Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pelecehan Guru SMAN 10 Kota Jambi

Mediasi Dugaan Pelecehan di SMAN 10 Jambi, Hasil Dilaporkan ke Disdik

Mediasi pelecehan di SMAN 10 Kota Jambi berlangsung kondusif, namun keluarga korban tetap meminta sanksi dan perlindungan korban.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rifani Halim | Editor: Heri Prihartono
TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA
GURU DILECEHKAN - Seorang guru perempuan SMAN 10 KOTA JAMBI diduga dilecehkan kepal tata usaha.Mediasi kedua kasus dugaan pelecehan di SMAN 10 Kota Jambi berlangsung kondusif, namun keluarga korban tetap meminta sanksi dan perlindungan bagi korban. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Mediasi kedua terkait dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Kepala Tata Usaha SMA Negeri 10 Kota Jambi dengan seorang guru berinisial RV digelar pada Selasa (2/6/2026).

Kepala SMA Negeri 10 Kota Jambi, Nova Deswita, mengatakan mediasi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menghasilkan kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat.

“Alhamdulillah, mediasi kedua hari ini sudah dilaksanakan dengan hasil yang baik dan penuh rasa kekeluargaan,” kata Nova saat dikonfirmasi Tribun Jambi.

Menurut Nova, pihak sekolah telah menjalankan proses mediasi sebagai upaya menyelesaikan persoalan yang mencuat setelah adanya dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang guru perempuan di lingkungan sekolah tersebut.

Ia menjelaskan hasil mediasi tidak berhenti di tingkat sekolah. Seluruh hasil pembahasan dan kesepakatan akan dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sebagai instansi yang membawahi SMA negeri di daerah tersebut.

“Kami di sekolah melakukan mediasi, dan hasil mediasi akan kami laporkan kepada Dinas Pendidikan sebagai atasan kami,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah suami korban mengungkap dugaan pelecehan seksual yang dialami istrinya saat persiapan upacara Hari Lahir Pancasila di SMA Negeri 10 Kota Jambi pada Senin (1/6/2026).

Korban yang merupakan seorang guru disebut sedang berbincang bersama rekan-rekannya sebelum upacara dimulai. Saat itu, Kepala Tata Usaha sekolah berinisial P diduga memegang paha korban hingga membuat korban terkejut dan berteriak.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian guru dan siswa yang berada di lokasi. Pihak keluarga korban selanjutnya meminta perlindungan terhadap korban serta mendesak agar sanksi terhadap terduga pelaku tetap diproses sesuai aturan yang berlaku.

Meski mediasi telah berlangsung dan kedua belah pihak disebut telah berdamai, keluarga korban sebelumnya menegaskan tetap meminta adanya jaminan keamanan dan kenyamanan bagi korban selama menjalankan tugas di sekolah.

Selain itu, keluarga korban juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan pihak sekolah memberikan sanksi tegas kepada terduga pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual di SMA 10 Jambi, Plt Kadisdik Jambi Minta Diselesaikan Kekeluargaan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved