Berita Jambi
Kenaikan Nilai Tukar Dolar AS, Pakar Ekonomi Jambi : CPO Hingga UMKM Terdampak
Kenaikan kurs dolar AS hingga Rp17.700 per dolar pada 19 Mei 2026 diperkirakan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok, dan biaya UMKM.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah merupakan salah satu persoalan ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
Dalam beberapa bulan terakhir, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan cukup besar. Pada 19 Mei 2026, kurs dolar AS berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS.
Sebelumnya, pada awal tahun 2026, nilai tukar rupiah masih berada di sekitar Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS, pelemahan itu menunjukkan bahwa dolar semakin kuat sementara rupiah melemah.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Ekonomi Jambi, Prof Haryadi mengatakan hal itu dipengaruhi oleh beberapa faktor global, satu diantaranya adalah kebijakan suku bunga tinggi oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed).
“Ketika suku bunga AS tinggi, investor dunia cenderung menyimpan uang dalam bentuk dolar karena dianggap lebih menguntungkan dan aman,” katanya, saat dihubungi Tribunjambi.com via pesan WhatsApp, Selasa (19/5/2026).
Selain itu, kondisi geopolitik dunia yang tidak stabil juga menyebabkan dolar menjadi matauang yang paling dicari.
Akibatnya, mata uang negara berkembang seperti rupiah mengalami tekanan dan melemah.
Sehingga, kondisi itu memberikan dampak luas terhadap sektor riil masyarakat, termasuk di daerah seperti Provinsi Jambi.
Sektor riil merupakan sektor ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa secara langsung, seperti pertanian, perdagangan, industri kecil, transportasi, hingga UMKM.
“Ketika dolar naik, sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak karena banyak kegiatan produksi di Indonesia masih bergantung pada barang impor atau bahan baku yang dibeli menggunakan dolar AS,” ujarnya.
Guru Besar Ekonomi Internasional Universitas Jambi sekaligus Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi universitas Jambi itu berpendapat, satu diantara dampak paling nyata adalah kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
Sebab, banyak barang konsumsi sehari-hari dipengaruhi oleh harga internasional yang menggunakan dolar.
Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor menjadi lebih mahal, sehingga harga barang di pasar ikut meningkat.
“Masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng, bahan pangan, hingga barang rumah tangga lainnya,” ucapnya.
Dampak Pada CPO di Jambi
| Vonis Bebas Driver Ojol Jambi Dianulir MA, Muhammad Iqbal Divonis 2 Tahun |
|
|---|
| Pemprov Pastikan Hewan Kurban di Jambi Dipastikan Sehat dan Aman |
|
|---|
| Nobar dan Diskusi Pesta Babi, PMKRI Jambi Soroti Kerusakan Alam dan Peran Aparat |
|
|---|
| Provinsi Jambi Terima Bantuan 12 Sapi Kurban dari Presiden Prabowo |
|
|---|
| Stok Hewan Kurban di Jambi Dipastikan Aman, Sapi dan Kambing Masih Berlebih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Prof-Haryadi.jpg)