Penembakan Kucing
Kucing Milik Warga Jambi Ditembak, Peluru Ditemukan Lewat Rontgen
Seekor kucing milik Maharani diduga ditembak senapan angin hingga terluka parah, menjalani operasi.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemilik Kucing, Maharani (24) menceritakan kronologi dugaan penembakan senapan angin yang dialami kucingnya, yang akrab dipanggilnya Abang.
Kejadian itu terjadi pada Senin (27/4/2026) kemarin sekira pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Namun hal itu belum bisa dipastikan, sebab ibu dari pemilik kucing telah pergi bekerja.
“Belum tau pasti, karena di jam 6 pagi itu ibuku sudah pergi buat jualan sarapan pagi, mungkin setelah jam itu kejadian abang (kucing, red) di tembak,” katanya, saat dihubungi Tribunjambi.com via pesan Instagram, Rabu (29/4/2026).
Maharani menuturkan, sekira pukul 08.00 WIB dirinya baru sampai dirumah, sebab pada saat itu dia tidur dirumah neneknya.
Saat pulang, dia melihat kucingnya pada tidur, kecuali kucing yang diduga ditembak. Sebab dia tidak mengetahui keberadaan kucingnya.
“Aku cari, aku panggil ga ketemu, setelah selang waktu aku beres-beres rumah gitu, sekitar pukul 9 lewat bunyi teriakan (mengeong, red) kucingku,” tuturnya.
Dia menjelaskan, kucingnya dua kali mengeong. Saat kucingnya mengeong kedua kalinya, Maharani segera keluar membuka pintu.
Saat pintu dibuka, kucingnya berlari ke kamar hingga ke dapur. Saat kucingnya berada di kolong meja, Maharani melihat kucingnya dalam keadaan mengenaskan.
Kucingnya dalam keadaan mata yang hampir keluar dan berdarah. Selain itu, kaki kucing tersebut kotor akibat bekas luka darah yang telah kering.
Dia merasa kalut dengan keadaan kucingnya, dan memiliki firasat kucingnya ditembak. Akhirnya ayah dan kakak laki-lakinya membawa kucingnya ke klinik terdekat.
“Kita bawa dulu abang (kucing, red) ke klinik terdekat, di mitra satwa klo ga salah. Dibawa klinik oleh ayahku dan abangku, karna aku ga sanggup bawa dia,” jelasnya.
Maharani menerangkan, dirinya segera menyusul ke klinik setelah kucing diperiksa oleh dokter hewan. Dia juga mendengar pernyataan dari dokternya agar kucingnya dironsen.
“Ini harus dironsen, biar jelas. Katanya, bisa jadi di tumbur atau di pukul dengan benda tumpul,” terangnya.
Dia menyebut, setelah mendapatkan persetujuan, dokter hewan merekomendasikan kucingnya dibawa ke klinik yang bisa operasi dan ronsen.
“Aku pergi lah ke klinik lumayan paling dekat di jelutung, Happy Pet, sampai disana diperiksa dironsen, betul ternyata memang peluru,” ujarnya.
| Nur Alimatun, Mahasiswi Cerdas STMA Trisakti Asal Jambi Korban Kecelakaan KRL Bekasi |
|
|---|
| Sosok Citra, Mahasiswi Asal Jambi yang Turut Jadi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi |
|
|---|
| Lowongan Kerja BUMN April-Mei 2026, Lulusan S1 Jambi Bisa Cek Posisi Syarat |
|
|---|
| Mahasiswi Asal Jambi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Kuliah dengan Beasiswa di STMA Trisakti |
|
|---|
| Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Tiba di Rumah Duka di Jambi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Penembakan-kucing.jpg)