Berita Jambi
AJI Jambi Perkuat Pengelolaan Hutan Lewat Sekolah Digital Warga di Bungo
AJI Jambi melatih perempuan dan generasi muda di Bungo melalui Sekolah Digital Warga, Selasa, 26–28 April 2026.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi memperkuat upaya pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Kabupaten Bungo melalui program Sekolah Digital Warga yang berlangsung pada Minggu hingga Selasa, 26–28 April 2026.
Program ini mendapat dukungan dari Warsi Grant Management, sebuah inisiatif kolaborasi antarlembaga, yakni WALHI, Aksi, dan WARSI.
Kegiatan yang menargetkan keterlibatan perempuan dan generasi muda ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital warga agar mampu membangun narasi sesuai kebutuhan serta menjawab tantangan dalam menjaga hutan seluas 5.339 hektare di lanskap Bujang Raba.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan pelatihan tentang narasi kedaulatan hutan, keselamatan holistik (holistic safety), public speaking, storytelling, fotografi, videografi, podcast, serta optimasi konten digital.
Sebanyak 20 peserta terpilih merupakan perempuan dan generasi muda dari Dusun Sungai Telang, Dusun Lubuk Beringin, dan Dusun Laman Panjang.
Lokakarya ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan dan berdaulat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk merumuskan strategi perlindungan hutan dari ancaman deforestasi, alih fungsi lahan, dan eksploitasi yang tidak terkendali.
Ketua AJI Jambi, Suwandi, mendorong agar kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi, melainkan berlanjut pada aksi nyata di lapangan.
“Harus menjadi ruang perjuangan warga untuk menyuarakan kondisi di lapangan dan memperkuat upaya perlindungan hutan di lanskap Bujang Raba,” ujarnya saat membuka kegiatan Sekolah Digital Warga di Hotel Batang Bungo, Minggu (26/4/2026).
Sementara itu, perwakilan masyarakat lokal yang akrab disapa Wendy menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan hutan agar kelestarian lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan.
“Karena di tangan kitalah hutan itu terjaga,” katanya.
Melalui program Warsi Grant Management, AJI Jambi juga berinisiatif meningkatkan kapasitas perempuan dan generasi muda dalam memproduksi serta mendistribusikan konten digital berupa foto, video, dan podcast.
Konten yang dihasilkan nantinya akan terintegrasi dengan QR Code traceability untuk memperkenalkan produk kopi berkelanjutan, ekowisata, dan program pohon asuh.
Selain itu, peserta juga didorong membuat konten advokasi terkait aktivitas penambangan emas ilegal yang berpotensi merusak hutan dan mencemari sungai.
Dalam pelatihan ini, peserta turut dibekali pemahaman mengenai teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), open source intelligence (OSINT), dan search engine optimization (SEO).
| Hukum Negara Ditegaskan, Integrasi dengan Adat Jadi Jalan Tengah Penyelesaian Dinamika SAD di Jambi |
|
|---|
| Sidang Perdana Kasus Hibah KONI Sarolangun, Negara Rugi Rp262 Juta |
|
|---|
| Emas Batangan dan Perhiasan Kompak Turun, Ini Daftar Harganya di Jambi |
|
|---|
| Sudirman Jadi Komisaris Utama Bank Jambi, Fokus Pemulihan Pascaserangan Siber |
|
|---|
| Lantik Komisaris Utama Bank Jambi, Al Haris Harapkan Bank Jambi Bangkit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Sekolah-Digital-Warga-AJI.jpg)