Sabtu, 18 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Dinas TPHP Jambi Waspadai Dampak El Nino, Produksi Pertanian Terancam Turun

Dinas TPHP Jambi mengantisipasi dampak El Nino yang berpotensi memicu kekeringan dan penurunan produksi pertanian dengan mendorong percepatan tanam.

Tribunjambi.com
ANTISIPASI EL NINO- Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi, Rumusdar memaparkan antisipasi dampak El Nino. El Nino berpotensi memicu kekeringan dan penurunan produksi pertanian dengan mendorong percepatan tanam. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi menanggapi fenomena El Nino yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan ke depan. 

Sebab, berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi itu memicu berkurangnya curah hujan. Sehingga terjadi kekeringan yang akan di sektor pertanian.


Hal itu disampaikan Kepala Dinas TPHP provinsi Jambi, Rumusdar.

Dia mengatakan, fenomena itu akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta jadwal tanam petani.

 “Menurut informasi dari BMKG, kita akan menghadapi iklim pancaroba, yang ditandai dengan berkurangnya hujan hingga potensi kekeringan. Ini tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan juga jadwal tanam,” katanya.

Dia menjelaskan, kondisi kekeringan diperkirakan mulai terjadi pada bulan Mei dan dapat berlangsung cukup panjang.

“Kemungkinan akan terjadi pergeseran luas tanam atau bahkan pengurangan luas tanam karena ketersediaan air yang terbatas,” katanya.

Rumusdar menuturkan,  siklus tanam dan panen akan ikut terdampak pada tanaman yang ditanam, sejak awal tahun diperkirakan akan memasuki masa panen dalam beberapa bulan ke depan.

“Kondisi iklim yang kurang menentu akan berpengaruh pada produksi tanaman. Dampaknya bisa terjadi penurunan produksi secara umum,” tuturnya.

Sebab itu, pihaknya mendorong percepatan tanam serta optimalisasi sumber daya yang ada. 

“Langkah yang kita lakukan di antaranya percepatan tanam dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca, memanfaatkan sumber air yang tersedia, serta memperbaiki jaringan irigasi yang terhambat,” ujarnya.

Selain itu, pemanfaatan alat dan mesin pertanian juga terus didorong guna mempercepat pengolahan lahan.

Penggunaan pompa air yang telah disalurkan sebelumnya diharapkan dapat membantu petani menghadapi musim kemarau. 

“Pompa air bantuan dari kementerian, provinsi, maupun kabupaten sudah berada di lapangan, jumlahnya sekitar 3.155 unit dan siap digunakan selama masih ada sumber air,” ucapnya.

Rumusdar menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk BMKG dan pemerintah daerah, untuk memperkuat langkah mitigasi. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved