Kamis, 4 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Waspada Karhutla, Suhu Kemarau di Jambi Tahun ini Diprediksi Lebih Panas

BMKG) Jambi memprediksi fenomena El Nino pada 2026 akan lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya,

Tayang:
Penulis: tribunjambi | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com
ILUSTRASI - BMKG Jambi memprediksi fenomena El Nino pada 2026 akan lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi memprediksi fenomena El Nino pada 2026 akan lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya, yang sempat dikenal sebagai “Godzilla El Nino”.

Prakirawan Cuaca BMKG Jambi, Luckita Theresia, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi situasi 2025 yang masih berada dalam fase La Nina, sehingga curah hujan relatif lebih tinggi.

“Kalau melihat tahun 2025 kita masih di fase La Nina, jadi hujannya sedikit lebih banyak,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menyebutkan, suhu udara pada 2025 berkisar 32 hingga 34 derajat Celsius.

Sementara pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi 34 hingga 36 derajat Celsius, seiring menguatnya fenomena El Nino.

“Untuk 2026, mengingat El Nino akan meningkat, suhu bisa mencapai 34 hingga 36 derajat Celsius,” jelasnya.

Selain suhu yang lebih panas, musim kemarau tahun ini juga diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan musim hujan.

Dampaknya akan dirasakan di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Meski demikian, kondisi saat ini masih relatif aman karena belum memasuki puncak musim kemarau.

“Sekarang masih fase peralihan, cenderung masih aman. Nanti kita pantau di Mei dasarian ketiga hingga Juni apakah sudah masuk musim kemarau,” tambahnya.

BMKG mengingatkan, dampak paling signifikan dari El Nino di Jambi adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat wilayah ini termasuk daerah rawan.

“Suhu tinggi dan kondisi tanah yang kering bisa memicu kebakaran, apalagi jika ada aktivitas yang melibatkan api,” kata Luckita.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran, baik sampah maupun pembukaan lahan, guna mencegah potensi kebakaran yang lebih luas.

Selain itu, sektor pertanian juga diperkirakan terdampak akibat musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Mitigasi Karhutla

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved