Berita Jambi
Mahasiswa Tewas di Mendalo, Pemuda Katolik Kota Jambi Tagih Jalan Khusus Batu Bara
Tragedi Mahasiswa Unja di Mendalo, Pemuda Katolik Tagih Janji Jalan Batu Bara yang Belum Terealisasi.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Tragedi maut yang merenggut nyawa Lawu Tri Angga, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Jambi (Unja) di jalur Mendalo pada Rabu (11/3/2026) dini hari, menyulut reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.
Tak hanya warga yang meradang, organisasi kemasyarakatan seperti Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Jambi kini turut angkat bicara menagih komitmen Pemerintah Provinsi Jambi.
Insiden yang melibatkan truk bertonase besar di depan JNE Mendalo tersebut dianggap sebagai bukti nyata kegagalan perlindungan keselamatan publik di jalan raya.
Kondisi jalur pendidikan yang padat, gelap, dan berlubang kini disebut-sebut sebagai ‘medan pertaruhan nyawa’ bagi puluhan ribu mahasiswa.
Terkait hal itu, Ketua Pemuda Katolik Kota Jambi, Darwin Sijabat, menyampaikan keprihatinan mendalam dan belasungkawa sedalam-dalamnya atas peristiwa tersebut.
Dia juga mengecam keras atas carut-marutnya tata kelola transportasi logistik tambang yang terus memakan korban jiwa.
Darwin menegaskan, duka ini tidak boleh hanya berhenti pada seremoni belaka dan berpendapat, peristiwa tersebut adalah tamparan keras bagi pemangku kebijakan.
“Mahasiswa yang seharusnya membawa pulang gelar sarjana, justru harus pulang dalam peti jenazah. Kami menagih janji Pemerintah Provinsi Jambi, mana jalan khusus batu bara yang selama ini digaungkan?,” katanya dalam pernyataan resminya, Sabtu (14/3/2026).
Darwin menambahkan, percampuran kendaraan logistik besar dengan kendaraan masyarakat umum di kawasan padat seperti Mendalo adalah ‘bom waktu’ yang terus meledak.
Ia mendesak Gubernur Jambi untuk mengambil langkah luar biasa (extraordinary measure) guna mempercepat infrastruktur jalan khusus tersebut.
Tuntutan dan Harapan Publik
Sebagai Ketua Pemuda Katolik Kota Jambi, Darwin Sijabat merumuskan empat tuntutan utama kepada pemerintah.
Dia menuntut Evaluasi Total, seperti pengetatan jam operasional truk di kawasan pendidikan.
Dia juga menuntut tansparansi, menurutnya kejelasan progres pembangunan jalan khusus batu bara harus jelas.
Darwin juga menyoroti perbaikan infrastruktur, berupa lampu jalan dan pengaspalan di titik rawan (blackspot).
Selain itu, ketegasan hukum juga disorotinya. Hal itu terkait sanksi terberat bagi penyedia angkutan yang melanggar aturan.
"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Jangan sampai ada 'Lawu-Lawu' berikutnya hanya karena kita abai demi kepentingan ekonomi sesaat," pungkas Darwin.
Baca juga: Wali Kota Jambi Apresiasi Gerakan Pangan Murah Polri
| Dispora Jambi Usulkan Revitalisasi Kolam Renang dan Stadion Mini di APBD-P 2026 |
|
|---|
| Dispora Jambi Usulkan Perbaikan GOR Kota Baru Rp1,5 Miliar pada 2026 |
|
|---|
| ASN di Jambi Masuk Kerja Lebih Siang, Kerja Pukul 07.30-16.30 WIB |
|
|---|
| Kronologi Guru Perempuan SMAN 10 Kota Jambi Dilecehkan Kepala TU Sebelum Upacara |
|
|---|
| Memasuki Libur Panjang 2026, 1.317 Wisatawan Kunjungi Taman Rimba Jambi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260314-Mahasiswa-Unja-tewas-dalam-kecelakaan-di-Mendalo-Muaro-Jambi.jpg)