Sabtu, 18 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Jambi Disiksa di Kamboja

Dua Warga Jambi Dikabarkan Pulang dari Kamboja, P4MI Siap Beri Pendampingan

P4MI Jambi menyebut belum menerima informasi resmi terkait kepulangan dua korban loker scam asal Jambi dari Kamboja.

Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto
KORBAN SCAM -120 korban loker Scam kembali diberangkatkan dari Kamboja menuju Indonesia. P4MI Jambi menyebut belum menerima informasi resmi terkait kepulangan dua korban loker scam asal Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Jambi  belum mendapatkan informasi pasti terkait kabar kepulangan dua korban loker scam di Kamboja asal Jambi.

Hingga saat ini, P4MI Jambi mengaku belum menerima informasi secara lisan maupun tertulis dari pihak terkait mengenai kepulangan kedua warga tersebut.

Hal tersebut disampaikan Koordinator P4MI Jambi, Deliyus Eka Putra.

Ia mengatakan pihaknya tetap akan menemui kedua warga tersebut apabila telah tiba di Jambi dan memberikan pendampingan.

“Akan kami dampingi untuk melapor ke kepolisian jika mereka merupakan korban yang diberangkatkan secara unprosedural ataupun terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” jelasnya saat dihubungi Tribunjambi.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/3/2026).

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 15 orang korban penipuan lowongan kerja (loker scam) di Kamboja kembali dipulangkan ke Indonesia.

Dari jumlah tersebut, dua orang di antaranya berasal dari Jambi, yakni Fajar Setiawan dan Mustafa Ramadhani.

Sementara belasan korban lainnya berasal dari Jakarta dan Medan.

Informasi tersebut disampaikan oleh korban loker scam asal Jambi, Andri Budi Sanjaya, saat dihubungi Tribunjambi.com melalui pesan WhatsApp.

“Dua orang Jambi pulang hari ini. Saya cek lagi tadi malam, satu orangnya sudah pulang tanggal 10 kemarin,” katanya.

Andri juga mengaku telah menghubungi pihak P4MI melalui pesan WhatsApp dan menceritakan kejadian yang ia alami selama berada di Kamboja.

Menurutnya, pihak P4MI merespons pesan tersebut.

“Kata P4MI, mereka sedang menghubungi Pemerintah Jambi,” ujarnya.

Andri menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 170 warga negara Nepal yang berada di tempat penampungan yang sama dengannya.

“Katanya orang Nepal dan orang Cina (Tiongkok) diongkosi oleh pemerintahnya, cuma Indonesia yang belum,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved