Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kebakaran di Kota Jambi

Tangisan Dila, Air Mata Mengalir Deras

Api yang cepat membesar membuat sebagian warga RT 20, Solok Sipin, Kota Jambi, itu tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.

Tayang:
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: asto s
Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri
MENANGIS - Korban kebakaran di RT 20, Kelurahan Solok Sipin, Kota Jambi, menangis, Selasa (3/3/2026) sore. Ada tujuh rumah terbakar. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Orang-orang langsung berhamburan, mencari sumber air. Tujuh rumah di RT 20, Kelurahan Solok Sipin, Kota Jambi, terbakar, Selasa (3/3/2026) sore.

Sore tadi, api menjilat bangunan-bangunan di permukiman warga padat penduduk.

Api yang cepat membesar membuat sebagian korban tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.

Dila, salah seorang korban, mengaku saat kejadian dirinya tengah berada di dalam rumah bersama anaknya.

“Saat itu kami di dalam rumah, anak lagi main handphone,” ujarnya.

Ia terkejut ketika melihat api sudah membesar dan langsung menyelamatkan anaknya keluar rumah.

“Saya langsung lari, yang penting anak selamat,” katanya.

Dengan suara bergetar, ibu rumah tangga itu mengaku seluruh isi rumahnya ludes terbakar.

“Selain handphone dan baju di badan, tidak ada yang bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Dila yang telah tinggal di lokasi tersebut lebih dari 20 tahun hanya bisa pasrah menyaksikan rumahnya hangus dilalap api.

Selain sebagai tempat tinggal, bangunan itu juga menjadi sumber mata pencahariannya.

“Di situ saya jualan sembako. Barang masih banyak semua,” katanya lirih.

Ketua RT 20 Solok Sipin, Sarzali, menyebutkan api sudah terlihat membesar sejak awal kejadian.

“Api sudah terlihat dari bagian depan,” ujarnya.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan.

Hingga petang, proses pendinginan masih berlangsung dan lokasi kejadian dipadati warga yang menyaksikan penanganan kebakaran.

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, total terdapat tujuh unit rumah yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Bangunan yang terbakar terdiri dari rumah permanen dan semi permanen, dengan empat unit di antaranya mengalami kerusakan parah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Afandi, mengatakan proses pemadaman sempat mengalami kendala karena banyaknya warga yang memadati lokasi untuk menyaksikan kejadian.

"Saat kami tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi besar,” ujar Mustari.

Dari hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari sebuah rumah kosong yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Untuk sumber api belum dapat dipastikan, apakah dari instalasi listrik penghuni sebelumnya atau faktor lain. Ada juga informasi soal permainan kembang api, namun itu masih kami dalami,” jelasnya.

Mustari menyebutkan cuaca panas turut mempercepat rambatan api ke bangunan lain di sekitarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memastikan kondisi rumah aman saat ditinggalkan.

“Pastikan kompor dan peralatan elektronik dalam kondisi mati. Anak-anak juga jangan dibiarkan bermain kembang api atau petasan karena berpotensi memicu kebakaran,” tegasnya. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)

Baca juga: Daftar Bansos untuk Warga Jambi jelang Lebaran 2026, Ada untuk Ibu Hamil

Baca juga: Fenomena Gepeng Marak di Ramadan, Pengamat Unbari Sebut “Bisnis Kesedihan”

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved