Berita Jambi
Warga Mendalo Darat Keluhkan Truk Antre Solar hingga Bahu Jalan Macet
Warga Mendalo Darat mengeluhkan antrean truk solar di SPBU Perikanan yang menimbulkan kemacetan dan membahayakan siswa saat pulang sekolah.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Warga Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, mengeluhkan antrean panjang truk dan mobil di SPBU Perikanan yang berada di Jalan Lintas Timur Sumatera.
Antrean kendaraan bermuatan dan mobil diesel itu disebut terjadi setiap hari, bahkan hingga memicu kemacetan dan mengganggu akses keluar-masuk warga dari lorong perumahan.
Pantauan warga, antrean didominasi truk ekspedisi, kendaraan angkutan barang, hingga pelangsir BBM solar.
Tak jarang kendaraan sudah terparkir sejak pukul 22.00 WIB untuk menunggu pengisian pada pagi hari.
Salah seorang tokoh masyarakat Mendalo Darat yang juga dosen di UIN STS Jambi, Yasril, mengaku resah dengan kondisi tersebut.
Ia menyebut kendaraan yang mengantre kerap memadati badan jalan hingga menyulitkan warga.
“Setiap hari mobil dan truk antre. Mau keluar dari lorong rumah saja susah karena pinggir jalan penuh kendaraan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Ia juga menyoroti dugaan praktik pelangsiran solar yang dinilai merugikan masyarakat sekitar. Menurutnya, hanya sebagian kecil kendaraan yang benar-benar mengisi untuk kebutuhan operasional, sementara sisanya diduga antre untuk melangsir BBM.
“Yang tidak masuk akal itu, truk parkir dari jam 10 malam menunggu pagi. Kalau diperhatikan, hanya beberapa yang benar-benar isi untuk kebutuhan. Selebihnya tiap hari mobilnya itu-itu saja,” katanya.
Kondisi ini semakin memprihatinkan saat jam pulang sekolah. Ratusan siswa SMPN 7 Muaro Jambi yang berjalan kaki terpaksa menggunakan badan jalan aspal karena bahu jalan sepanjang kurang lebih 300 meter dipenuhi truk dan mobil yang mengantre.
Akibatnya, para siswa harus berbagi ruang dengan kendaraan yang melintas di jalur utama.
Firos, warga RT 21 Mendalo Darat, juga mengaku risih dengan aktivitas pelangsir solar yang dinilai semakin tak terkendali.
“Ya, bukan sekali dua kali pantat mobil truk sampai setengah jalan, terpaksa kita berhenti karena jalan kita dihalangi,” ungkapnya.
Ia menyebut para pelangsir kerap berdalih mencari nafkah. Namun menurutnya, praktik tersebut justru menyulitkan warga lain yang benar-benar membutuhkan solar untuk bekerja.
“Mereka bilang cari sesuap nasi, tapi bisa dapat Rp500 ribu lebih sehari dengan ganti pelat dan barcode. Kami ini warga sekitar juga pakai mobil diesel untuk kerja, kadang harus antre sampai tiga jam. Kalau pelangsir dapat duit, kami tidak,” ujarnya.
| Saksi Tak Hadir, Sidang Pencucian Uang Ratu Narkoba Jambi Ditunda |
|
|---|
| Sekda Sudirman Buka Sosialisasi EPSS dan Pembinaan Statistik Sektoral Jambi Tahun 2026 |
|
|---|
| Dinkes Provinsi Jambi Catat 469 Kasus Suspek Campak hingga Maret 2026 |
|
|---|
| Sosialisasi Edukasi Keuangan, Pemprov Jambi Ingatkan Hati-hati Investasi Ponzi |
|
|---|
| Jambi-Kepri Kerja Sama Pengelolaan Pulau Berhala, Sinergi Pariwisata Ekonomi Lintas Sumatera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Warga-Mendalo-Darat-mengeluhkan-antrean-truk-solar-di-SPBU-Perikanan.jpg)