Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Layanan Bank Jambi Lumpuh

Siapa Hacker yang Bobol Sistem Bank Jambi, Dilaporkan ke Polda

Mereka keluar ruangan. Ikhsan mengatakan pihak Bank Jambi menduga ada peretasan oleh hacker pada sistem.

Tayang:
Penulis: tribunjambi | Editor: asto s

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Manajemen Bank Jambi melapor ke ke Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, terkait peretasan layanan yang mengakibatkan hilangnya saldo sejumlah nasabah, Senin (23/2/2026). 

Pantauan Tribun Jambi, perwakilan pihak bank telah berada di ruangan Krimsus Polda Jambi. Tim Bank Jambi didampingi penasihat hukum Ikhsan Hasibuan. 

Setelah pemeriksaan sekira empat jam, mereka keluar ruangan. Ikhsan mengatakan pihak Bank Jambi menduga ada peretasan oleh hacker pada sistem.

"Hacker, kita belum tahu juga seperti apanya. Tapi kita lapor soal ITE," tuturnya.

Meski begitu, pihaknya masih enggan memberikan informasi soal detail kehilangan saldo nasabah Bank Jambi.

Ikhsan memastikan Bank Jambi akan bertanggung jawab dan menjamin saldo nasabah. "Pengembalian pasti, menurut OJK prosesnya 10 hari. Tentu harus lapor dulu," jelasnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Taufik Nurmandia, mengatakan pihak Bank Jambi telah datang untuk melaporkan hal tersebut. 

"Masih kita dalami, saat ini baru ada satu laporan (dari Bank Jambi)" 
Kombes Taufik Nurmandia
Dirreskrimsus Polda Jambi 

Awak media belum mengetahui secara detail poin-poin yang dilaporkan. Taufik hanya menuturkan kasus tersebut akan ditangani Penyidik Subdit II Perbankan.

Audit Forensik

Sementara itu, Manajemen Bank Jambi memastikan proses penanganan gangguan sistem layanan perbankan masih terus berlangsung. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan bersama media yang digelar di Gedung Mahligai Bank 9 Jambi, Senin (23/2) pukul 09.30 WIB.

Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menjelaskan audit forensik masih dilakukan secara mendalam untuk menelusuri penyebab gangguan yang berdampak pada layanan ATM dan mobile banking. Hingga kini, penyebab kejadian belum dapat disimpulkan secara faktual.

"Saat ini masih dilakukan audit forensik yang mendalam. Kami belum dapat menyampaikan secara pasti penyebabnya karena proses penelusuran masih berjalan," ujarnya.

Ia juga menegaskan sebagai bentuk transparansi dan komitmen penyelesaian, manajemen pada hari yang sama akan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum untuk proses lebih lanjut.

Hari Kedua Masih Bermasalah

Hari kedua gangguan layanan perbankan di Bank Jambi, para nasabah mendatangi kantor cabang utama (KCU) dan kantor cabang (Kancab), Senin (23/2). Nasabah yang sempat panik datang untuk memastikan keamanan saldo tabungan.

Pantauan Tribun Jambi di Bank Jambi KCU Telanaipura, puluhan orang yang datang untuk melapor, mengantre di dalam hingga luar gedung. Ada yang memakai seragam aparatur sipil negara (ASN), ada juga masyarakat umum. 

Seorang nasabah bernama Rendy menuturkan sempat menduga dirinya terkena transaksi fiktif karena saldo rekeningnya  berkurang.

"Saldonya hilang Rp24 juta, uang itu tabungan orang tua saya. Kayak penarikan palsu gitu, cuma tak tahu terbaca sebagai transaksi apa itu," katanya.

LAYANAN BANK EROR - Kantor Bank Jambi di Kantor Wali Kota Jambi dipadati warga, Senin (23/2/2026). Imbas layanan perbankan Bank Jambi maintenance sejak Minggu (22/2/2026).
LAYANAN BANK ERROR - Kantor Bank Jambi di Kantor Wali Kota Jambi dipadati warga, Senin (23/2/2026). Imbas layanan perbankan Bank Jambi maintenance sejak Minggu (22/2/2026). (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

Akibat peristiwa itu, Rendy berencana menarik semua uang dari bank tersebut. "Rencana mau ditarik semua, mau pindah bank. Sangat mengganggu," ujarnya.

Menurut Rendy, pihak bank tidak memberi kepastian, sebab harus menunggu 14 hari kerja. "Istilahnya kita mau kepastian, kepastiannya kayak mana gitu nah, karena Rp24 juta itu banyak. Dari jeri payah mama kerja. Mama kan pensiun," ujarnya.

Nasabah lainnya bernama Helmi mengaku mengalami kejadian yang sama seperti Rendi. Saldo rekeningnya berkurang Rp25 juta.

"Biasanya (saldo) Rp68 juta, jadi Rp43 juta, Rp25 juta hilang, keterangannya gak ada, hilang saja, tarik semua," ucapnya.

Sementara itu, dua nasabah lain yang antre di sana, Evi dan Eni mengatakan baru pertama kali mengalami kejadian. Saldo mereka tidak berkurang, namun tidak bisa menggunakan e-banking. Akhirnya, mereka bertransaksi di Bank Jambi secara manual. 

"InsyaAllah, kami cek saldo masih aman. Kami mau narik, aman, mobile banking belum bisa juga," tuturnya.

Nasabah Kesal

Antrean juga terjadi di Bank Jambi Kantor Cabang Kantor Wali Kota Jambi. Sejak pagi, ratusan orang yang mayoritas aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Jambi, mengantre. Mereka hendak mengecek saldo secara langsung karena layanan mobile banking belum dapat diakses secara normal.

Sebagian nasabah mengaku ragu untuk ikut mengantre karena kondisi yang padat.

"Antreannya panjang, mau ngecek, tapi ramai sekali. Takut makin ribut nanti," ujar seorang ASN perempuan yang enggan disebutkan namanya.

Nasabah lain, Bowo, menuturkan mengurungkan niat mengantre meski e-banking belum bisa digunakan. "E-banking tidak bisa dicek, mau antre penuh. Uang semua ada di situ pula,” katanya dengan nada khawatir.

Meski demikian, ada pula nasabah yang mengaku saldo rekeningnya masih aman. Sahdi, ASN, mengatakan telah mengecek saldonya secara manual.

"Alhamdulillah rekening aman, mungkin karena saldo saya tidak banyak," ujarnya. Ia pun memilih tidak menarik sisa tabungannya.

Ungkapan kekesalan juga diungkapkan Sukartini, ASN di Pemkot Jambi. Setelah mengetahui adanya gangguan layanan, Sukartini mendatangi Bank Jambi hanya untuk mengecek keberadaan saldonya.

Setelah mengecek, dia kaget karena saldo uang di rekeningnya hilang Rp24.369.825. "Padahal beberapa waktu lalu, saya cek di e-banking saldonya masih sama," ujarnya.

Selama ini, Sukartini merasa tidak pernah menarik atau mengambil uang tersebut, apalagi dalam jumlah besar.

Peristiwa itu membuatnya sangat kecewa, karena dia telah mempercayakan uangnya di Bank Jambi sudah cukup lama, termasuk gajinya sebagai ASN juga ditransfer via Bank Jambi.

"Bank Jambi ini terbesar di Provinsi Jambi, saya cukup percaya, ya. Tapi, ternyata seperti ini," ungkapnya.

Sukartini telah membuat laporan hilang ke petugas dan diminta untuk menunggu informasi selanjutnya.

"Tadi, katanya uang akan kembali setelah 10 hari kerja, ya," ungkapnya.

Kepanikan Juga Terjadi di Sengeti

Di Bank Jambi Kantor Cabang Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, pemandangan juga serupa. Kantor itu dipadati nasabah. Ratusan ASN pemerintah kabupaten mendatangi kantor cabang untuk melayangkan pengaduan terkait saldo rekening yang berkurang secara tiba-tiba.

KEHILANGAN UANG-Gangguan layanan Bank Jambi membuat puluhan nasabah datang ke KCU Telanai Pura, dua di antaranya mengaku kehilangan uang hingga Rp25 juta.
KEHILANGAN UANG-Gangguan layanan Bank Jambi membuat puluhan nasabah datang ke KCU Telanai Pura, dua di antaranya mengaku kehilangan uang hingga Rp25 juta. (Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

Beberapa nasabah mengaku baru mengetahui adanya pengurangan saldo saat hendak melakukan penarikan tunai atau setelah layanan mobile banking kembali dapat diakses secara terbatas.

"Saldonya ada Rp50 juta, tapi setelah dicek berkurang Rp 24 juta lebih. Padahal saya tidak pernah tarik," ujar seorang ASN yang enggan disebutkan namanya.

Kata dia, sementara waktu penarikan tidak bisa dilakukan. "Kata petugas tunggu selesai masalah ini baru bisa ditarik," imbuhnya.

Nasabah lain bernama Ahmad yang juga mengecek di Kancab Sengeti, menuturkan saldo rekeningnya berkurang Rp100 jutaan.

"Duit sayo Rp 2 miliar lebih. Tadi setelah di cek,  berkurang Rp 100 jutaan," kata warga Kota Jambi itu.

Dengan kasus yang terjadi itu, Ahmad merasa kecewa. Dia berencana menarik semua saldo rekeningnya di Bank 9 Jambi.

"Kalau seperti ini kejadiannya,  tentu sudah tidak aman lagi nabung di sini. Mending ditarik sajalah, pindah ke bank lain," ujarnya kesal. 

Antrean di Batang Hari

Kepanikan nasabah Bank Jambi juga terjadi di Kabupaten Batang Hari, di antaranya warga Kecamatan Muara Tembesi, bernama Septa Randika (36).

Dia mengatakan ada mutasi saldo rekening sebesar Rp24 juta tanpa sepengetahuannya.

Saat ini, dia tengah menjalani proses pengaduan di Bank Jambi.

"Saya baru bisa akses cek saldo hari ini. Dan ketika saya cek, memang ada mutasi saldo sekira Rp24 juta. Terkait ini, saya belum mendapatkan informasi pasti mengenai hilangnya saldo saya ditransfer atau bagaimana," katanya.

Septa terkejut dan cemas. Menurutnya, hingga kini belum ada penjelasan detail mengenai mekanisme transaksi yang mengakibatkan dana di rekeningnya berpindah.

Menindaklanjuti itu, dia langsung meminta klarifikasi ke pihak Bank Jambi, termasuk prosedur penyelesaian. Dia diminta untuk mengisi formulir pengaduan nasabah sebagai bagian dari proses administrasi.

"Terkait ini, saya tentu langsung meminta klarifikasi ke Bank Jambi, bagaimana prosedur selanjutnya. Dan saya diminta untuk membuat atau mengisi formulir pengaduan nasabah," jelasnya.

Dia bilang proses pengaduan masih berjalan. "Saya berharap ada kejelasan serta komitmen dari manajemen bank agar dana tersebut dapat dikembalikan dan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," lanjutnya.

Dia juga menekankan, fokus utamanya adalah kepastian pengembalian dana. Dia berharap pihak bank menindaklanjuti pengaduan dengan cepat.

Terkait memperkuat kepercayaan (trust) nasabah terhadap sistem perbankan, tambah Septa, apabila tidak ada langkah nyata dari pihak bank, jalur hukum tetap menjadi opsi terakhir yang akan dipertimbangkan.

"Saat ini, fokus saya bagaimana pihak Bank Jambi bisa mengembalikan dana saya. Saya masih menunggu aksi mereka. Dan kepercayaan saya terhadap bank masih berproses. Jika tidak ada tindakan nyata, jalur hukum bisa menjadi opsi terakhi," pungkasnya. 

Percepat Pemulihan Layanan Digital

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jambi, Syaiful Roswandi, meminta pihak Bank Jambi bertanggung jawab penuh atas kerugian nasabah akibat kasus peretasan yang menyebabkan hilangnya saldo rekening.

Sebagai penyelenggara layanan publik di sektor perbankan, Bank Jambi wajib memberikan perlindungan dan jaminan keamanan terhadap dana nasabah.

"Ombudsman meminta agar pihak Bank Jambi bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian yang dialami nasabah akibat peretasan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong agar layanan digital Bank Jambi segera dipulihkan. 

Menurutnya, gangguan sistem tidak boleh berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap aktivitas dan kepercayaan masyarakat. "Kami meminta layanan digital segera dilakukan pemulihan agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal dan tidak menimbulkan keresahan," ujarnya.

Syaiful menilai, kejadian itu menjadi momentum evaluasi bagi Bank Jambi untuk memperkuat sistem keamanan teknologi informasi. Sudah saatnya manajemen meningkatkan kepedulian terhadap layanan digital, termasuk menggandeng mitra yang kompeten dalam penguatan sistem IT. 

"Keamanan digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Bank harus memastikan sistemnya benar-benar aman dan diawasi secara berkala,” katanya.

Ombudsman juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan dan tidak mendapatkan respons dari pihak bank. "Jika ada masyarakat yang dirugikan dan tidak direspons dengan baik, silakan segera mengadu ke Ombudsman. Kami siap menindaklanjuti sesuai kewenangan," pungkasnya. 

Dana Kas Daerah Aman

Dana kas pemerintah daerah yang dikelola via Bank Jambi aman. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bergerak cepat menanggapi keresahan masyarakat terkait adanya isu gangguan keamanan siber atau peretasan yang menyerang sistem Bank Jambi.

Pemkab menegaskan seluruh dana kas daerah (kasda) yang dikelola melalui Bank Jambi dalam kondisi aman dan tidak terdampak oleh kendala teknis tersebut.

Sekretaris BPKAD Kabupaten Muaro Jambi,  Abdul Hamid, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan jajaran manajemen Bank Jambi untuk memastikan integritas data keuangan daerah.

"Saldo kas daerah maupun rekening operasional tetap terjaga," kata Abdul Hamid.

NASABAH - Kantor Bank Jambi cabang Sengeti digeruduk ASN Muaro Jambi pada Senin (23/2/2026). Menyusul lumpuhnya sistem layanan Bank Jambi baik ATM maupun m-banking sejak kemarin
NASABAH - Kantor Bank Jambi cabang Sengeti digeruduk ASN Muaro Jambi pada Senin (23/2/2026). Menyusul lumpuhnya sistem layanan Bank Jambi baik ATM maupun m-banking sejak kemarin (Tribunjambi.com/Muzakkir)

Berdasarkan keterangan dari pihak Bank Jambi, Kasda Pemkab Muaro Jambi aman dikarenakan rekening tersebut berbentuk giro, sementara yang gangguan adalah tabungan. "Rekening kita giro.  Giro tidak masalah," katanya.

Meski demikian, namun tentunya ada kendala dibalik itu semua, sebab pencairan yang berbentuk SP2D belum bisa dilakukan. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa normal lagi," harapnya. (uti/syr/yon/zak/kus/zak)

Update Hari Kedua

  • Saldo rekening sejumlah nasabah hilang Rp15 juta-ratusan juta
  • Nasabah di daerah panik
  • Bank Jambi lapor ke Polda Jambi
  • Duga ada peretasan oleh hacker
  • Bank Jambi siap kembalikan

Baca juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jambi Malam Ini, Waspada 3 Kabupaten

Baca juga: Saldo Nasabah Hilang, Bank Jambi Klaim Akan Kembalikan dalam 10 Hari Kerja

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved