Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Jambi Disiksa di Kamboja

100 Orang dengan Alat Setrum Berjaga di Perusahaan Scam Kamboja

“Di sini dijaga. Bayangkan, di lokasi itu ada 20 gedung, tembok pagarnya itu lima meter, yang jaga sampai 100 orang. Pakai setrum semua.

Istimewa/ Kolase Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto
TERISOLASI-Suasana penampungan warga Indonesia di Kamboja yang begitu ketat. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ada 20 gedung menjulang tinggi di lahan sekitar 1,2 hektare, berpagar lima meter, dan sekitar 70-100 penjaga terus mengawasi.

Demikian Andri Budi Sanjaya, warga Jambi korban penipuan berkedok lowongan kerja di Kamboja memberikan gambaran lokasi perusahaan tempat ia pernah bekerja.

“Ya, kalau di Indonesia, di Jambi mungkin mirip ruko-ruko empat tingkatlah, gitu,” katanya, Sabtu (21/2/2026).

Ia menuturkan, penjagaan di kawasan tersebut sangat ketat karena para petugas dilengkapi alat setrum, sehingga peluang melarikan diri nyaris tidak ada.

“Di sini dijaga. Bayangkan, di lokasi itu ada 20 gedung, tembok pagarnya itu lima meter, yang jaga sampai 100 orang. Pakai setrum semua. Mau lari ke mana, coba? Mau mati yang ada,” tuturnya.

“Enggak ada perusahaan scam itu yang bisa keluar gedung itu, enggak ada. Paling seputaran gedung itulah,” lanjutnya.

Menurut Andri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) hanya bisa dijadikan tempat pelarian, bukan untuk melapor, karena risikonya sangat besar.

“KBRI memang sarana tepat untuk pelarian tapi bukan untuk melaporkan. Mati juga kalau ketahuan (melapor dan melarikan diri). Dua orang ditembak mati depan aku,” jelasnya.

“Kalau selamat syukur, kalau gak selamat, gimana? Tinggal nama, mayat dibuang, selesailah,” sambungnya.

Ia juga mengaku memperoleh informasi tentang seorang WNI yang terjatuh dari lantai 18 Gedung Judol Royal Fortune di Kamboja pada Selasa (17/2).

Korban disebut bernama Muhammad Erlangga asal Palembang yang direkrut oleh agen dari Medan.

Informasi tersebut didapatkannya dari sesama korban penipuan lowongan kerja.

Andri mengungkapkan, peristiwa jatuhnya pekerja dari gedung kerap terjadi akibat tekanan pekerjaan, bunuh diri, atau bahkan tindakan kekerasan dari pihak perusahaan.

Ia juga menyebut adanya dugaan kekerasan seksual terhadap pekerja perempuan yang tidak mampu mencapai target.

“Banyak juga dari rekan-rekan di sini yang menceritakan seperti itu, orang Indonesia yang bunuh diri, terjun dari lantai atas banyak, ada juga yang sebagian memang dibunuh oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.

“Di sini banyak orang Indonesia dilempar dari atas gedung (lantai) 18. Yang ditembak pun banyak. Di situ sudah, hilang saja jasadnya, dibuang ke Sungai Mekong,” ungkapnya.

Sebagai tambahan informasi, Sungai Mekong merupakan sungai besar yang mengalir melintasi enam negara, yakni Tiongkok, Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

Andri menambahkan, hingga kini dirinya belum memperoleh kabar mengenai Audy Lyliana Putri, korban asal Jambi lainnya.

Ia juga belum mengetahui kepastian jadwal pemulangan WNI yang masih berada di penampungan menuju Indonesia.

Surati KBRI

Pemerintah Provinsi Jambi masih menunggu perkembangan informasi dari KBRI Kamboja terkait sembilan warga Jambi yang tertahan di negara tersebut.

Sebelumnya, Pemprov Jambi melalui Wakil Gubernur telah mengirimkan surat kepada pihak KBRI.

“Kemarin sudah menyurati Kedubes (KBRI Kamboja), kita mesti menunggu perkembangannya seperti apa,” ujar Kepala Disnakertrans Provinsi Jambi, Akhmad Bestari, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, surat tersebut berisi permohonan agar pemerintah daerah difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri dalam proses koordinasi. Namun hingga kini belum ada balasan resmi.

“Jadi intinya kan surat itu kan kita minta difasilitasi oleh Kementrian Luar Negeri koordinasinya seperti apa,” jelasnya.

“Sama masih menunggu karena kita minta dikabari. Sampai hari ini belum ada info dari Kemenlu dan Kedubes seperti apa. Jadinya kita masih menunggu,” lanjutnya.

Sejak Senin (16/2) hingga kemarin, Andri menyebut setidaknya 110 WNI telah berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Mereka berasal dari berbagai daerah, antara lain Medan, Jakarta, Batam, Makassar, Manado, dan Jawa Barat.

Terakhir, sekitar 20 WNI diberangkatkan dari tempat penampungan di Kamboja menuju Tanah Air.

Lokasi penampungan meliputi Penampungan Senso, hotel, serta penampungan Imigrasi Indonesia–Tiongkok.

Andri juga mengabarkan bahwa para korban telah menerima bantuan logistik dari KBRI Kamboja berupa sabun dan obat-obatan.

Selain itu, makanan berbuka puasa juga telah disalurkan ke penampungan.

Suasana Saat Ini

Andri menceritakan kondisi terkini di penampungan pada Ahad (22/2). Seorang temannya asal Medan bernama Ilham dilaporkan menderita TBC sehingga tidak mampu beraktivitas.

Ia bersama korban lainnya membantu merawat Ilham, mulai dari memandikan hingga menyuapinya makan. Namun, Ilham sempat mengalami kejang setelah dimandikan pada Sabtu (21/2).

“Abis dimandikan, kejang-kejang. Tiket terbangnya (Ilham) tanggal 24),” tuturnya.

Saat ini, Ilham telah dievakuasi ke rumah sakit menggunakan ambulans.

“Evakuasi yang sakit TBC, dibawa ke rumah sakit,” pungkasnya.

Selain itu, Andri juga mengungkap kisah korban lain asal Medan bernama Hendri.

Menurut pengakuan Hendri, ia justru dijual ke Kamboja oleh adik kandungnya sendiri yang kini menjadi pimpinan di perusahaan scam.

“Teman saya yang dari Medan itu dia cerita, adik kandungnya sama ponakannya sendiri yang jual dia ke Kamboja ini.

"Adik kandungnya masih di Kamboja, jadi leader perusahaan scam, ngilu saya dengar dia cerita malam tadi,” ucapnya.

Pada bulan Ramadan, Andri turut membagikan suasana para WNI yang menjalankan salat tarawih pada Jumat (20/2) serta momen sahur di penampungan.

Dalam video yang ia bagikan, para korban tampak duduk melingkar menyantap makanan sahur, disertai lantunan azan.

“Kami sahur dengan uang sumbangan dan donasi yang dikumpulkan. Ada dari KBRI, ada dari pemerintah juga, ada dari teman-teman di sini,” pungkasnya.

(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

 

Baca juga: Dua Pria Merangin Renggut Nyawa Orang setelah Kakak Ditangkap Polisi

Baca juga: 15 Warga Sumsel Korban Job Scam Kamboja Dihubungi Pemda, Bagaimana asal Jambi?

Baca juga: Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru untuk Pinjaman hingga Rp500 Juta Tenor 5 Tahun

Baca juga: 12 Nyawa Terenggut PETI di Sarolangun Awal Tahun Ini sementara Pemilik Kabur

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved