Khazanah Islami
Kapan Awal Ramadhan 1447 Hijriah? Simak Penjelasannya
Bulan Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan Februari 2026.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM -Bulan Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan Februari 2026.
Ramadan dikenal sebagai bulan suci karena pada bulan inilah umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat.
Pada tahun 1447 Hijriah, Ramadan diperkirakan jatuh lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya, yakni pada pertengahan Februari 2026.
Percepatan waktu ini terjadi karena sistem kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan dengan jumlah hari sekitar 354 hari dalam setahun.
Jumlah hari tersebut lebih pendek dibandingkan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari dengan 365 hari.
Berdasarkan kalender yang dirilis Kementerian Agama Republik Indonesia, awal Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan tanggal tersebut secara resmi.
Penetapan awal Ramadan oleh pemerintah akan dilakukan melalui sidang isbat setelah pelaksanaan rukyatul hilal di berbagai titik pengamatan.
Sidang isbat biasanya digelar beberapa hari menjelang akhir bulan Syakban.
Di sisi lain, organisasi Islam Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Perbedaan tanggal awal Ramadan tersebut berkaitan dengan metode penentuan yang digunakan masing-masing pihak.
Pemerintah menggunakan metode rukyatul hilal, sedangkan Muhammadiyah menggunakan metode hisab.
Rukyatul hilal merupakan metode penentuan awal bulan Hijriah dengan cara mengamati munculnya bulan sabit pertama secara langsung.
Pengamatan hilal dilakukan pada hari ke-29 bulan berjalan atau pada malam ke-30.
Apabila hilal terlihat, maka malam tersebut menandai masuknya bulan baru.
Jika hilal tidak terlihat, maka bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari dan bulan baru dimulai keesokan harinya.
Dasar penggunaan rukyatul hilal salah satunya merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan kewajiban berpuasa ketika menyaksikan bulan tersebut.
Sementara itu, metode hisab menetapkan awal Ramadan berdasarkan perhitungan astronomi tanpa menunggu hasil pengamatan visual.
Metode hisab meyakini keberadaan hilal meskipun tidak terlihat oleh mata selama memenuhi kriteria tertentu.
Kriteria tersebut meliputi terjadinya ijtimak atau konjungsi bulan dan matahari.
Ijtimak harus terjadi sebelum matahari terbenam.
Pada saat matahari terbenam, posisi bulan juga harus berada di atas ufuk.
Apabila seluruh kriteria tersebut terpenuhi, maka awal bulan Hijriah dinyatakan telah masuk.
Dengan perbedaan metode tersebut, awal Ramadan 1447 Hijriah berpotensi dimulai pada tanggal yang berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah melalui sidang isbat untuk kepastian awal Ramadan 1447 Hijriah.
Baca juga: Prediksi Awal Puasa Ramadhan 2026, Idul Fitri 21-22 Maret
| Jadwal Puasa Sunah Ayyamul Bidh Syawal 1447 H beserta Niat dan Keutamaannya |
|
|---|
| Hukum Menikah dengan Sepupu dalam Perspektif Islam dan Negara Indonesia |
|
|---|
| Bacaan Takbir Idulfitri 1447 Hijriah Lengkap Penjelasan Ustaz Abdul Somad |
|
|---|
| Hukum Video Call Dengan Lawan Jenis Saat Puasa Ramadan |
|
|---|
| Tanda Amal Ibadah Selama Ramadan Diterima Allah SWT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Jadwal-Imsakiyah-dan-Buka-Puasa-Kota-Jambi-hari-Minggu-17-Maret-2024-atau-6-Ramadhan-1445-Hijriah.jpg)