Kerusakan Jalan Nasional di Jambi
Ambulans Orang Sakit pun Sulit Lewat, Jalan Nasional di Tanjab Barat Rusak Parah
Selain di Kecamatan Bram Itam, ada beberapa titik kerusakan jalan di sepanjang Jalan Lintas Jambi-Kuala Tungkal (Tanjab Barat).
Penulis: Rifani Halim | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN - Di ruas sebelah kiri banyak aspal hancur dan berlubang hingga terisi air, sebelah kanan debu pasir beterbangan. Pengemudi mobil dan sepeda motor terpaksa melintas pelan, zig zag tak beraturan, saling berbagi jalur permukaan jalan yang masih cukup bagus dengan pengendara lain. Penampakan itu terlihat di jalan nasional yang ada di Dusun Bumi Suci, Desa Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Selasa (23/12/2025).
"Susah juga kalau tiap hari lewat sini, hancur nian. Motor rawan terpeleset, apalagi kalau emak-emak yang naik, bahaya nian. Macam mana kalau ambulans orang sakit lewat?" ujar Wawan (32), warga Kota Jambi yang hari itu melintasi jalan nasional di kawasan Tanjung Jabung Barat.
Sepanjang perjalanan melintasi wilayah tersebut, Wawan yang berkendara mobil harus berkelak-kelok, jalan zig zag. Terkadang dia berhenti, menunggu kendaraan dari arah berlawanan lewat di permukaan jalan yang masih bagus.
Wawan tak berani menekan gas mobil terlalu dalam. Mungkin hanya lima detikan, lalu melorotkan gas agar mobil tidak menghantam lubang.
"Ya, gini, gas-lorot, gas-lorot, sambil putar setir kanan-kiri, mata jangan meleng," tuturnya.
Selain di Kecamatan Bram Itam, ada beberapa titik kerusakan jalan di sepanjang Jalan Lintas Jambi-Kuala Tungkal (Tanjab Barat).
Semisal di Desa Pembengis, Kelurahan Bram Itam Kiri dan Desa Bram Itam Raya.
Setiap kali hujan, lubang jalan pasti berisi air, jadi kubangan. Ketika panas, maka debu pasir beterbangan.
Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, kerusakan jalan nasional di Bram Itam, disebabkan tonase kendaraan berlebihan, dan kemungkinan kualitas pengerjaan proyek yang kurang baik. Selain itu, kondisi geografis gambut membuat infrastruktur cepat rusak.
"Banyak sih kendaraan berat lewat, overtonase, berat lebih," ujarnya.
Pemicunya Kendaraan Berat
Di kabupaten lain di Provinsi Jambi, kerusakan jalan nasional pemicunya dominan karena kendaraan berat.
Semisal di Kabupaten Merangin. Sekitar 10 persen ruas jalan nasional di sana mengalami kerusakan.
Jalan nasional yang melintasi Merangin mencakup tiga ruas utama, yakni Merangin-Sarolangun, Merangin-Bungo, dan Merangin-Kerinci, dengan total panjang sekira 220 kilometer.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin, Ariya Asghara, mengatakan kerusakan jalan nasional di wilayah tersebut sekira 10 persen dari total panjang ruas.
"Ada tiga ruas jalan nasional di Merangin. Kerusakan paling banyak terjadi di ruas Merangin-Sarolangun dan Merangin-Bungo. Pemicunya kendaraan bertonase berat, terutama angkutan batu bara," ujar Ariya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/12/2025).
| 150 Titik Lubang di Jalan Lingkar Kota Jambi yang Harus Diwaspadai, Jalan Nasional Rawan Kecelakaan |
|
|---|
| Emak-emak di Jambi Terbalik Motornya di Jalan Lingkar Selatan Gara-gara Banyak Lubang |
|
|---|
| Anggota DPR RI Edi: Pelebaran Jalan Simpang Mendalo-Pijoan Usulan Prioritas Jadi Dua Jalur |
|
|---|
| Analisis Apakah Korban Kecelakaan Akibat Jalan Rusak di Jambi Bisa Gugat s/d Ganti Rugi |
|
|---|
| Analisis Dekan Fakultas Teknik Universitas Batanghari, Potensi Kecelakaan Fatal di Jalan Nasional |
|
|---|
