Selasa, 12 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kerusakan Jalan Nasional di Jambi

Bopeng-bopeng Jalan Nasional di Jambi, Waspada Ratusan Lubang Bikin Rawan Kecelakaan

Di sepanjang jalan nasional di Provinsi Jambi, terdapat banyak kerusakan dan lubang beragam ukuran.

Tayang:
Penulis: Rifani Halim | Editor: asto s
Tribunjambi.com/Aldino
JALAN NASIONAL RUSAK - Jalan lingkar di Kota Jambi yang berstatus jalan nasional mengalami kerusakan, seperti tampak pada foto, Jumat (19/12/2025). Kondisi ini terjadi di sepanjang Jalan Lingkar Barat, Jalan Lingkar Selatan, hingga Jalan Lingkar Timur. 

Tribun Jambi mendapati sekitar 125 lubang dengan ukuran bervariasi antara 20 hingga 150 sentimeter dan kedalaman 5-10 sentimeter. 

Belasan lubang di antaranya tergenang air. Di tengah kerusakan, di jalan tersebut masih melintas truk bertonase besar, kendaraan pribadi, dan sepeda motor.

Seorang pengendara, Rama, menyebut kawasan Indah Kargo sebagai titik paling rawan kecelakaan

"Lubang berada di tanjakan curam. Kendaraan sering kesulitan menanjak. Rawan kecelakaan, apalagi malam hari,” ucapnya seraya menambahkan, jalan dari kawasan PTPN hingga SPBU Paal 10 tak kalah berbahaya. 

Bikin Oleng Kendaraan

Jalan Lingkar Selatan lebih parah lagi.

Di ruas jalan nasional sekitar 13,1 kilometer ini, sedikitnya 11 titik dalam kondisi rusak berat. Di antaranya di kawasan Perumahan Torino, Pasar Grosir, RS Rapha Theresia, PT KSH, Jerambah Bolong, Simpang Telu Paal Megara, Paal Merah, Simpang Perumahan Artauli II, Simpang Ahok, TPU Talang Sari, hingga Simpang Talang Bakung.

Tribun Jambi mencatat 295 lubang di jalan ini, dengan 74 lubang tergenang air. 

Ukuran lubang bervariasi, 50 hingga 200 sentimeter, bahkan sebagian berkedalaman hingga 50 sentimeter. Kondisi tersebut membuat kendaraan kerap oleng dan nyaris terpental.

Viona, warga Perumahan Torino, mengatakan kecelakaan sering terjadi, terutama saat hujan. "Sekitar tiga hari lalu, lima pengendara motor jatuh karena menghindari lubang,” ujarnya.

Ana, warga lainnya, menyebut lubang yang tertutup genangan air kerap menjerat pengendara. "Kasihan kalau lihat orang jatuh dan terciprat air," katanya.

Willyanto, pemilik warung di kawasan Paal Merah, menjelaskan, buruknya kondisi jalan memicu kerusakan kendaraan hingga kecelakaan fatal. 

"Tahun lalu ada korban jiwa. Dua bulan terakhir juga masih sering kecelakaan tunggal,” ucapnya.

Willyanto menilai perbaikan jalan selama ini tak maksimal. 

"Lubang hanya dikorek, ditimbun, lalu ditutup aspal,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved