Berita Kota Jambi
Pemkot Jambi Rekor 118 Kerja Sama dalam 10 Bulan, Dorong Transformasi Lintas Sektor
Pemkot Jambi mencatat peningkatan signifikan kerja sama lintas sektor dari 40 menjadi 118, meliputi sektor pengelolaan sampah, banjir, pariwisata
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Nurlailis
Ringkasan Berita:118 Kerja Sama Terbangun dalam 10 Bulan
- Pemkot Jambi mencatat peningkatan signifikan kerja sama lintas sektor dari 40 menjadi 118, meliputi sektor pengelolaan sampah, banjir, pariwisata, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi dan swasta.
- Melalui MoU dengan PT Regen Bioteknologi, Pemkot menargetkan pengolahan 1.000 ton sampah per hari dan membangun pabrik RDF untuk menuju konsep Zero Waste dalam 5 tahun ke depan.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dalam kurun waktu 10 bulan terahir, Pemerintah Kota Jambi telah terbangun 118 kerja sama lintas sektor.
Angka ini menjadi yang tertinggi, mengingat sebelumnya jumlah kerja sama hanya sekitar 40.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan salah satu kunci keberhasilan pemerintah daerah adalah kolaborasi dengan berbagai sektor.
Baca juga: 4 Sistem Pengendalian Banjir Jadi Andalan Pemkot Jambi Hadapi Musim Hujan
Untuk itu, Pemkot Jambi menjalin kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pengelolaan persampahan, penanganan banjir hingga pariwisata.
Kerjasama dilakukan dengan berbagai pihak seperti perguruan tinggi, pihak swasta, maupun institusi lain.
“Kami mengapresiasi seluruh bentuk kerja sama ini, berkat inisiasi dari OPD dan bagian terkait. Ke depan, kolaborasi ini akan terus kita tingkatkan,” ujar Maulana Senin (8/12/2025).
Khusus di bidang persampahan, saat ini Pemkot Jambi tengah melakukan tahap uji coba pengolahan sebanyak 280 ton sampah, terdiri dari sampah lama dan sampah baru masing-masing 140 ton.
Hasil uji coba tersebut dinilai baik dan menjadi dasar dimulainya penandatanganan kerja sama pada awal tahun (2026) mendatang.
Baca juga: Daftar 40 Pejabat Eselon II yang Bersaing Isi Kursi 8 Kepala OPD Pemkot Jambi
Sebelumnya, Pemkot Jambi telah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Regen Bioteknologi Solusi Indonesia pada Rabu (28/5/2025) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam transformasi TPA Talang Gulo menuju pusat pengolahan sampah modern berbasis teknologi.
Wali Kota Maulana menegaskan komitmennya menjadikan TPA Talang Gulo sebagai pusat Zero Waste dalam lima tahun ke depan melalui pembangunan pabrik Refuse Derived Fuel (RDF). Pemkot menargetkan dapat mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.
Produk pengolahan sampah nantinya meliputi, RDF Briket sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan; Maggot sebagai pakan ternak dan budidaya ikan; dan Biji plastik untuk bahan baku industri daur ulang.
“Sampah yang dulu dianggap masalah, kini menjadi potensi emas bagi Jambi. Kita ubah menjadi aset daerah,” tegas Maulana.
RDF Plant ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga Rp14 miliar per tahun bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi.
Direktur PT Regen Bioteknologi, Rudi Hamka, menyebut kerja sama ini akan membawa Kota Jambi memasuki era baru pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Wali-Kota-Jambi-Maulana-menyampaikan-bahwa-pembangunan-pedestrian-di-kawasan-Jalan-Orang-Kayo.jpg)