Senin, 1 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Deretan Dampak Bencana Sumatera ke Jambi yang Terasa Setelah Beberapa Hari

Beberapa hari pascabencana di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut), pasokan dan harga beberapa komoditas di Provinsi Jambi

Tayang:
Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
TribunPadang.com
PUTUS TOTAL- Jalan Padang-Bukittinggi putus total setelah jalan dekat Mega Mendung, Lembah Anai, Tanah Datar, Sumbar tergerus air sungai, Jumat (28/11/2025). Tidak ada satu pun kendaraan yang bisa melewati jalan ini. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beberapa hari pascabencana di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut), pasokan dan harga beberapa komoditas di Provinsi Jambi terkena dampak. 

Persediaan pasar-pasar beberapa kabupaten kota di Jambi terganggu karena mengalami kelangkaan.

Di Kabupaten Tebo, pasokan cabai merah dari Sumatera Barat putus. 
Dampaknya, harga cabai merah di sana naik mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Kenaikan itu cukup mengejutkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha yang sangat bergantung pada cabai untuk kebutuhan sehari-hari.

Makmur, pedagang di Pasar Tanjung Bungur, menuturkan kenaikan harga terjadi karena terhambatnya distribusi cabai dari daerah penghasil di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. 

"Kemungkinan kenaikan disebabkan jalur transportasi yang rusak akibat banjir bandang, membuat pasokan berkurang drastis," ujarnya Selasa (2/12).

Dia memperkirakan harga cabai masih berpotensi naik dalam beberapa hari ke depan jika kondisi pasokan belum membaik.

Menurut Makmur, stok cabai saat ini semakin menipis sehingga pedagang kesulitan memenuhi permintaan pasar. 

Dia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memperlancar distribusi barang, agar harga komoditas kembali stabil dan masyarakat tidak semakin terbebani.

Cabai yang dijual di Pasar Tanjung Bungur, kata Makmur,  merupakan cabai lokal dan cabai dari Sumbar. 

"Ya, ada juga cabai lokal ada juga cabai dari Sumbar," imbuhnya. 

Pasokan Sayur Mayur ke Kota Jambi Terganggu

Di Kota Jambi, pasokan sayur mayur pun ikut terganggu akibat bencana yang sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Anton, pedagang di Pasar Handil Jambi, mengatakan sebagian besar sayur yang dijualnya berasal dari luar Jambi, di antaranya Sumatera Barat.

Setelah bencana yang terjadi, pengiriman sayur dari luar daerah tergganggu. Dampaknya,harga sayur mengalami kenaikan.

"Karena cuaca dan bencana sekarang, terus barang barang yang dari barang lokal sini juga naik," ujarnya.

Kenaikan harga sayur mencapai antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000.

Beberapa jenis sayur yang banyak diambil dari luar daerah seperti kol, wortel dan tomat.

Sementara untuk kentang yang biasanya dikirim dari Kabupaten Kerinci juga sempat terganggu akibat banjir dan akses jalan yang sempat terputus.

Selain sayur, harga cabai juga dikatakan Anton masih pada angka tertinggi di kisaran Rp 70.000 hingga Rp 90.000 per kilogram.

Stok Bawang Padang Kosong

Stok bawang merah asal Padang yang biasanya masuk ke pasar-pasar di Kota Jambi pun mulai mengalami kekosongan.

Di Pasar Handil Kota Jambi, pedagang bernama Andri mengungkapkan bawang asal Padang sudah mulai sulit didapatkan pascabencana di Sumatera Barat.

"Bawang merah (harganya) naik, kita ambil sekarang bawang Jawa. Biasanya kita ambil bawang Padang tapi karena bencanaz tidak masuk lagi bawang Padang," kata dia Senin (1/12).

Untuk mengatasi kosongnya stok bawang dari Padang, para pedagang menjual bawang merah asal Pulau Jawa.

Saat ini, harga bawang merah asal Jawa dijualnya di harga Rp 48 ribu per kilogram.

Harga itu masih relatif tinggi dibandingkan harga pada hari biasanya.

Meski masih berada pada harga yang tinggi, Andri mengatakan permintaan konsumen untuk bawang merah masih normal.

"Kalau konsumen, harga mahal atau murah, tetap beli, karena memang kebutuhannya," kata Andri.

Harga cabai merah segar di Pasar Handil saat ini masih relatif tinggi, di harga Rp 80 ribu per kilogram.

Pedagang berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk menekan harga kebutuhan pokok yang naik setiap hari.

"Harga mahal gini, kita pedagang untung tetap sama. Modalnya yang makin tinggi," kata dia. 

659 Meninggal, 475 Hilang

Jumlah korban meninggal dan hilang akibat bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, bertambah banyak.

Hingga kini, upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan bersama masyarakat membuahkan hasil.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (2/12), jumlah korban meninggal dunia 659 jiwa, dan 475 jiwa masih dinyatakan hilang.

Kapusdatin Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah terus bekerja.

"Tim gabungan juga berusaha mempercepat operasi pencarian, pertolongan, penyaluran logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak," ujar Abdul Muhari.

Di Provinsi Sumatera Utara, korban meninggal 293 jiwa, korban hilang 154 jiwa, korban mengungsi 540.500 orang.

Wilayah terdampak, yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias.

Di Provinsi Aceh, korban meninggal 173 jiwa, korban hilang 204 jiwa.

Wilayah terdampak, yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Pengungsi: 443.000 jiwa, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Aceh Utara (107.305 jiwa).

Di Provinsi Sumatera Barat, korban meninggal 193 jiwa, korban hilang 117 jiwa

Wilayah terdampak, yaitu Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.

Pengungsi: 18.624 KK atau 137.400 jiwa, dengan jumlah tertinggi di Kabupaten Pesisir Selatan dan Tanah Datar. 

Krisis BBM Meluas di Daerah Bencana

Suasana di SPBU Harapan, Jalan A Yani Kota Langsa, mendadak ricuh seusai waktu salat Magrib, Senin (1/12). 

Keributan dipicu warga yang mengantre BBM pertalite menggunakan botol mineral setelah mendengar rencana penghentian sementara pengisian BBM.

Informasi di lapangan menyebutkan, warga menolak rencana penyetopan pengisian BBM yang biasa dilakukan menjelang waktu salat.

Kericuhan bermula saat beberapa orang memukul botol-botol mineral, memicu kemarahan massa lain yang tengah mengantre.

Sejumlah tong sampah dan plang pembatas jalur sempat dibanting, namun mesin dispenser BBM tidak dirusak karena berhasil diamankan pengelola SPBU dibantu aparat kepolisian dan TNI berpakaian preman yang segera turun tangan.

Pengelola SPBU sebelumnya telah mengumumkan bahwa pengisian BBM hanya berlangsung hingga Magrib dan akan dilanjutkan pada Selasa (2/12) pagi.

Namun, warga mengklaim tidak pernah mendengar pengumuman tersebut. 
Setelah negosiasi berlangsung alot, massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 21.00 WIB.

Meski situasi kembali normal, sejumlah kendaraan memilih bertahan untuk menunggu pembukaan SPBU keesokan paginya.

Kelangkaan BBM juga terjadi di SPBU Idi Rayeuk, Aceh Timur. Warga menggeruduk SPBU karena menduga pihak pengelola menimbun BBM.

Petugas SPBU mengklaim stok habis, namun warga tidak percaya dan memaksa memeriksa tangki.

Setelah diketahui stok masih tersedia, masyarakat langsung mengantre.

Penjualan dibuka dengan pembatasan: Rp30 ribu untuk sepeda motor dan Rp15 ribu untuk botol plastik.

Warga meminta agar pasokan tidak ditimbun pada kondisi darurat seperti saat ini. Kelangkaan dipicu akses jalan yang terputus akibat banjir.

Sementara itu, kemacetan parah melanda ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Binjai pada Senin (1/12) malam akibat antrean panjang di sejumlah SPBU.

Pantauan Tribun Medan menunjukkan, kepadatan terjadi mulai dari Kampung Lalang hingga Binjai, dengan titik terparah di kawasan Diski Km 15–16,5.

Antrean kendaraan, dari roda dua hingga truk besar, memenuhi badan jalan, terutama di sekitar SPBU 14.203.161. 

Banyaknya kendaraan yang masuk ke area SPBU memakan tiga lajur sehingga arus lalu lintas tersendat.

Pengendara mengeluhkan kondisi tersebut.

“Macetnya luar biasa. Mobil antre BBM sampai menutup jalan,” ujar Rudi, seorang pengemudi. 

Sejak Siang

Warga sekitar, Andika, menyebut kemacetan sudah terjadi sejak siang dan semakin parah pada malam hari. Hingga berita ini diturunkan, antrean masih terjadi dan arus lalu lintas belum menunjukkan perbaikan.

Di Kota Binjai, warga rela mengantre sejak Subuh akibat kekosongan BBM di sejumlah SPBU. Di SPBU 14.207.169 Jalan T Amir Hamzah, antrean panjang terlihat sejak pagi. 

“Kami dari Subuh sudah mengantre, tapi belum tahu kapan BBM masuk,” ujar Yusnita Purba, warga setempat.

Pertamina Percepat Distribusi ke Wilayah Terisolir

Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam kondisi aman seiring pulihnya suplai BBM melalui jalur laut.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan operasional 19 terminal BB

M di Sumatera bagian utara telah kembali normal setelah beberapa kapal pengangkut dapat bersandar.

Dengan suplai laut kembali pulih, stok BBM meningkat dan fokus pemulihan kini diarahkan pada distribusi ke SPBU di titik-titik strategis. 

Mars Ega menyebut sekitar 90 persen SPBU telah kembali terlayani, meski beberapa wilayah seperti Aceh dan Sibolga masih menghadapi kendala distribusi akibat akses jalan terputus.

Untuk mempercepat pembukaan jalur, Pertamina memasok BBM ke alat berat milik Kementerian PUPR melalui drum dan jeriken.

Pengiriman khusus juga dilakukan melalui pesawat Hercules TNI AU, termasuk pengangkutan 25 drum solar dan Pertamax ke Pinangsori, wilayah yang terisolir dari Sibolga. 

Pasokan avtur juga dijaga untuk mendukung operasi udara yang membawa bantuan dan melakukan evakuasi.

Pasokan LPG masih terkendala di Aceh akibat akses darat yang belum pulih. 
Suplai dialihkan lewat jalur laut dari Lhokseumawe, dan distribusi ditargetkan kembali normal dalam dua hari.

Pertamina juga mengerahkan 58 Awak Mobil Tangki (AMT) tambahan dari Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Kalimantan, dan jumlahnya ditargetkan meningkat hingga 80 AMT untuk mempercepat pengiriman BBM.

Mars Ega mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan. 

Untuk layanan cepat bagi instansi vital seperti rumah sakit, penyedia jaringan komunikasi, dan alat berat, Pertamina membuka nomor hotline khusus di 0822-7692-9620. (tribun jambi/ian/uti/serambi indonesia/zubir/tribun medan/husna/ayu)

Harga Cabai Merah dkk Naik:
  • Cabai merah di Rp80.000-100.000 per Kg
  • Sayur mayur naik Rp2.000-3.000
  • Pasokan ke pasar di Jambi terhambat
  • Pedagang cari alternatif pasokan dari Jawa
Jumlah Korban:
  • Sumut: meninggal 293 orang, hilang 154 orang, mengungsi 540.500 orang.
  • Aceh: meninggal 173 orang, hilang 204 orang.
  • Sumbar: meninggal 193 orang, hilang 117 orang, mengungsi: 18.624 KK atau 137.400 jiwa

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang di Muaro Jambi - Tebo 

Baca juga: Syarat dan Cara Daftar Beasiswa Merangin Jambi, Ada Kuota untuk 600 Mahasiswa

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved