Fenomena Ular Besar Muncul
Musim Penetasan Ular di Jambi Jelang Akhir Tahun, Hati-hati
Beberapa minggu terakhir, kerap muncul ular berukuran besar di permukiman beberapa daerah Jambi.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beberapa minggu terakhir, kerap muncul ular berukuran besar di permukiman beberapa daerah Jambi.
Jenis ular yang kerap muncul ke permukiman, yaitu ular sanca (piton) dan ular kobra, selain itu jenis ular biasa lainnya.
Ketua Komunitas Ralu Jambee, komunitas pecinta ular di Jambi, Boslan Tobing, mengatakan selain karena sudah memasuki musim hujan, ada beberapa faktor penyebabnya.
Perlu diketahui, mayoritas ular di Pulau Sumatera berhabitat di tempat kering ataupun lembab. Di sarang tersebut, ular-ular melakukan perkembangbiakan.
Ada dari mereka yang saat ini tengah dalam proses tersebut.
"Nah, kalau hujan, sarang ular terganggu dan dan ular itu keluar dari sarangnya. Saat ini, musim penetasan ular. Biasanya di akhir tahun hingga tahun depan," ujarnya, Minggu (19/10/2025).
Selain itu, Boslan menerangkan jumlah telur yang ditetaskan oleh ular per tahunnya.
Ular kobra, per tahun ular kobra bisa menetaskan telur 8 ekor.
Ular sanca bisa menetaskan telur 25 ekor per tahun.
Sementara perihal masuknya ular ke permukiman warga, Boslan menuturkan setidaknya karena dua faktor.
"Pertama, faktor alam, seperti hujan dan keberadaan tikus," tuturnya.
Faktor kedua, akibat tindakan manusia.
"Faktor yang kedua itu faktor manusia, sebab pernah ke kawasan Talang Belido Muaro Jambi, saat pembangunan rumah tidak memikirkan sarang ular," ujarnya.
Sumber makanan mempengaruhi keberadaan ular.
"Kalau sumber makanan ular hilang, ular akan memasuki perkampungan atau pemukiman masyarakat, sebab ada sumber makanan. Begitu juga kasus ular telan manusia, itu dipengaruhi makanan di habitatnya yang berkurang," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Evakuasi-ular-sanca-dari-sarang-burung-merpati.jpg)