Kamis, 21 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Makan Bergizi Gratis

Nasib Guru di Jambi Setelah Ada Program MBG, Keluar Tenaga Ekstra Tak Ada Reward

Kendala MBG di Jambi ada dari persoalan menu, teknis distribusi di sekolah, hingga reward yang diperoleh.

Tayang:
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: asto s
TRIBUN JAMBI/SRITUTI APRILIANI PUTRI
MBG - Sejumlah kendala sebenarnya dialami guru di Kota Jambi dalam melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut sudah berlangsung selama beberapa beberapa bulan. Kendala yang ada dari persoalan menu, teknis distribusi di sekolah, hingga reward yang diperoleh. 

"Harapannya nanti, dapur juga bisa memberi reward. Tidak harus banyak, minimal untuk enam orang yang setiap hari membantu distribusi di sekolah," pungkasnya.

Ribet Jika Ada Masalah

Beberapa waktu lalu, siswa SMKN Kota Jambi menemukan ulat pada menu MBG yang akan disantapnya.

Setelah temuan ulat itu, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan pihak dapur.

Kepala SMKN 2 Kota Jambi, Woro Handayani, menuturkan peristiwa temuan ulat pada makanan MBG siswa terjadi di hari pertama pelaksanaan MBG SMKN 2 Kota Jambi pada Senin (22/9) lalu.

Woro mengatakan ulat yang ditemukan tersebut diyakini sudah mati dan berasal dari sayuran.

"Itu dari 1.600 siswa (yang mendapat MBG) ada satu ulat, mungkin dari sayur yang jatuh pada nasi dan tidak di makan anak, langsung di kembalikan," jelasnya

Untuk SMKN 2 Kota Jambi, makanan MBG siswa dikelola langsung oleh Yayasan Samadhia Indonesia Berdaya di Kecamatan Jambi Selatan. 

Makanan siswa tersebut diantar langsung ke sekolah kemudian didistribusikan ke siswa.

Setelah kejadian tersebut, ia mengatakan program MBG masih tetap berlanjut dan tidak ada laporan siswa yang sakit.

"Alhamdulillah kejadian di hari pertama sama hari ke lima ini, semua sehat dan tidak ada yang menolak program MBG," jelasnya. 

Lebih Baik Bawa dari Rumah

Sejumlah kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) di berbagai wilayah di Indonesia membuat orangtua mulai khawatir

Sejumlah orangtua murid di Kota Bekasi, Jawa Barat menolak pendistribusian MBG di sekolah.

"Saya salah satu orangtua yang menolak MBG sebenarnya, karena ngeliat dari sosmed, tetangga cerita segala macam itu banyak keracunan, jadi saya orangtua yang menolak adanya ngasih makan MBG ke anak saya," kata Orangtua murid berinisial AB, Selasa (30/9) siang.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved