Berita Kesehatan
Waspada! 5 Tanda Ini Terjadi Lebih dari 2 Minggu Bisa Kena Gangguan Mental, WHO: 1 dari 8 Orang
WHO melaporkan lebih dari 1 miliar orang di dunia saat ini hidup dengan gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan sejack Covid-19.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Tanda-tanda Gangguan Mental
- 1 dari 8 orang (1 miliar+) hidup dengan gangguan mental (WHO). Di Indonesia, >60 persen kasus tak terdeteksi.
- Waspadai perubahan pola tidur, suasana hati, fungsi sosial, konsentrasi, dan perilaku yang >2 minggu.
- Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk. Jika tanda muncul, segera cari bantuan profesional.
- Figur publik seperti Arie Kriting dorong keterbukaan; pentingnya pemeriksaan mental berkala.
TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah gangguan mental bukan lagi isu pinggiran.
Di seluruh dunia, lebih dari 1 miliar orang—atau 1 dari 8 individu hidup dengan kondisi ini, dan di Indonesia, lebih dari 60 persen kasus dilaporkan tak terdeteksi.
Kapan waktunya mencari bantuan profesional?
Isu kesehatan mental semakin mendesak untuk ditangani secara global dan nasional.
World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 1 miliar orang di dunia saat ini hidup dengan gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan, yang angka kasusnya meningkat drastis hingga 25 persen pascapandemi COVID-19.
Ironisnya, di Indonesia, minimnya pemahaman gejala awal dan kuatnya stigma masyarakat mengakibatkan lebih dari 60 persen kasus gangguan mental emosional tidak terdeteksi.
Padahal prevalensinya mencapai 9,8 persen, menurut data Riskesdas Kementerian Kesehatan RI.
Kunci Deteksi Dini: Jangan Anggap Remeh Perubahan Kecil
Menanggapi tantangan ini, RS Puri Cinere mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan Mental Health Talk Show bertema “Deteksi Dini Gangguan Mental dan Perilaku– Kapan Perlu Bantuan Profesional?” pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Acara ini dihadiri oleh masyarakat umum, komunitas, dan keluarga pasien, yang menunjukkan tingginya kesadaran akan kebutuhan edukasi ini.
Baca juga: Tingginya Penggunaan Pil Kuning di Tanjung Jabung Barat, Diduga Akibat Gangguan Mental
Baca juga: Klarifikasi Alasan Bupati Mirwan MS Umrah saat Banjir di Aceh Selatan: Terlanjur Nazar
Baca juga: Hari Ke-10 Banjir Gayo Lues: 40 Desa Masih Terisolasi, Warga Seberangi Sungai Pakai Jembatan Tali
Dalam sambutannya, dr. Putri Nadia, MARS, Direktur RS Puri Cinere, menekankan bahwa edukasi adalah garis pertahanan pertama.
"Dengan meningkatnya kasus gangguan mental di masyarakat, deteksi dini dan pemahaman gejala awal menjadi kunci untuk mencegah kondisi berkembang lebih parah," ujar dr. Putri.
RS Puri Cinere berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada perawatan (kuratif), tetapi juga pencegahan (preventif) dan promosi kesehatan (promotif), serta menjadi "ruang aman" bagi siapa pun yang mencari dukungan profesional.
Waspadai 5 Tanda Ini Jika Berlangsung Lebih dari Dua Minggu
Sama seperti penyakit fisik, gangguan mental—yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan berperilaku—dapat diobati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20251206-Ilustrasi-seseorang-terkenan-gangguan-mental.jpg)