Selasa, 19 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Tanjab Barat

Kurs Dolar Naik, Harga Sawit dan Upah Pekerja di Tanjab Barat Belum Berubah

Kenaikan kurs dolar AS ke Rp17.602 belum berdampak pada harga sawit maupun upah pekerja kebun di Kecamatan Merlung, Tanjung Jabung Barat.

Tayang:
Penulis: Sopianto | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/Sopianto
BEKUM TERPENGARUH-Kenaikan kurs dolar AS ke Rp17.602 belum berdampak pada harga sawit maupun upah pekerja kebun di Kecamatan Merlung, Tanjung Jabung Barat. 

TRIBUNJAMBI.COM,KUALATUNGKAL- Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh Rp17.602 belum memberikan dampak signifikan terhadap petani kelapa sawit di Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

Para petani mengaku aktivitas penjualan tandan buah segar (TBS) masih berjalan normal dan harga jual sawit di tingkat petani belum mengalami perubahan berarti.

Agus, seorang petani sawit asal Merlung, mengatakan hingga saat ini hasil panen sawit masih dapat dijual kepada tengkulak dengan harga seperti biasa.

“Belum ada dampaknya. Harga sawit masih normal seperti biasa, mungkin baru naik dolar nya ya, belum ada dampaknya,” kata Agus saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).


Ia menjelaskan, harga TBS sawit di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp 3.200 per kilogram. Harga tersebut bergantung pada usia tanam dan kualitas buah sawit yang dipanen.

Menurutnya, kenaikan dolar juga belum memengaruhi biaya operasional kebun, termasuk upah para pekerja panen. Hingga kini, sistem pembayaran upah masih berjalan seperti biasa berdasarkan jumlah hasil panen yang diperoleh pekerja.

“Upah panen masih tetap seperti biasa, tidak ada kenaikan atau penurunan,” ujarnya.

Meski demikian, Agus berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap tingginya harga pupuk yang dinilai memberatkan petani sawit.

Ia menyebut kenaikan harga pupuk sudah terjadi sejak lama dan bukan dipicu oleh melonjaknya nilai dolar saat ini.


Saat ini, harga pupuk NPK Mutiara ukuran 50 kilogram mencapai Rp 800 ribu per karung. Sementara pupuk urea dijual di kisaran Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu per karung.


“Harga pupuk mahal sekali. Padahal pupuk sangat penting untuk pertumbuhan sawit. Kalau tidak rutin dipupuk, buah sawit jadi sedikit,” katanya.


Agus menambahkan, idealnya tanaman kelapa sawit dipupuk tiga kali dalam setahun dengan takaran sesuai usia tanaman agar produktivitas tetap terjaga. (Sopianto/Sopianto) 

Baca juga: Jambi Top 7, Tempe Jambi Kena Senggol Dolar AS

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved