Berita Batang Hari
Lantunan dari Balik Jeruji, Pesantren Ramadan di Lapas Muara Bulian Batang Hari
Sebagai gantinya, ruang-ruang kelas dipenuhi lantunan ayat suci dan nasihat keagamaan.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Ramadan datang membawa suasana berbeda di Lapas Kelas IIB Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. Di balik tembok tinggi dan pintu besi yang terkunci rapat, denyut aktivitas warga binaan bergeser.
Lapangan yang biasanya ramai oleh kegiatan fisik kini lebih lengang. Sebagai gantinya, ruang-ruang kelas dipenuhi lantunan ayat suci dan nasihat keagamaan.
Selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pihak lapas mengalihkan sejumlah kegiatan fisik menjadi pembinaan keagamaan di dalam ruangan.
Pengalihan ini bukan hal baru, melainkan tradisi tahunan yang terus dipertahankan sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual warga binaan.
"Kegiatan yang bersifat fisik di lapangan seperti olahraga, sementara kita hentikan. Kita ganti dengan pembinaan di dalam kelas,” ujar Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Haszuwan Affandi, Selasa (10/3).
Suasana di Dalam Lapas
Tahun ini, pembinaan keagamaan dikemas lebih intens melalui Pesantren Ramadan.
Program ini menjadi ruang belajar sekaligus perenungan bagi warga binaan, agar Ramadan tak sekadar berlalu, tetapi meninggalkan bekas dalam sikap dan perilaku.
Pelaksanaan Pesantren Ramadan dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Batang Hari.
Sinergi ini memastikan materi keagamaan disampaikan oleh para dai dan penyuluh yang kompeten.
“Kami bekerja sama dengan Kemenag dan MUI, terutama untuk penyediaan tenaga dai dan penyuluh agama yang mengisi pesantren Ramadan,” jelas Haszuwan.
Malam yang Lebih Hening dan Khusyuk
Ketika matahari terbenam dan suasana lapas mulai sunyi, rangkaian ibadah malam justru semakin hidup. Warga binaan mengikuti kultum, salat tarawih berjemaah, hingga tadarus Alquran.
Malam-malam Ramadan diisi dengan kegiatan yang menenangkan batin, memberi ruang refleksi di tengah keterbatasan.
Pelaksanaan kegiatan malam ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Dukungan tersebut menjadi penguat agar pembinaan ibadah dapat berjalan optimal.
Momentum Perubahan
Bagi pihak lapas, Ramadan bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual kepada warga binaan. Ibadah yang diperkuat, pemahaman agama yang diperdalam, diharapkan menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat.
“Semua kegiatan ini kita optimalkan untuk pembinaan ibadah selama bulan suci Ramadan,” kata Haszuwan.
Dia menegaskan, program Pesantren Ramadan telah menjadi tradisi tahunan yang terus dijaga. Di Lapas Kelas IIB Muara Bulian, Ramadan menjadi waktu untuk menata ulang hati, bahwa perubahan selalu mungkin, bahkan dari balik jeruji besi. (khusnul khotimah)
Baca juga: Resep Mie Celor, Tambahkan Toge dan Telur Rebus
Baca juga: Prompt Gemini AI untuk Bikin Foto Keren Ala Studio
| Pemkab Batang Hari Percepat Program MBG, 13 Dapur Aglomerasi Beroperasi |
|
|---|
| Lepas 210 Jamaah Calon Haji Batang Hari, Fadhil Arief Minta Jangan Ganggu Kekhusyukan Ibadah |
|
|---|
| Pelepasan Jamaah Haji Batang Hari, Jemaah Diimbau Jaga Kesehatan |
|
|---|
| Kebutuhan Beras Batang Hari 2.000 Ton Jelang Iduladha, Stok Dipastikan Aman |
|
|---|
| Persebri Batang Hari Tergabung di Grup E Liga 4 Piala Presiden 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Pesantren-Ramdan-Lapas-Kelas-II-B-Batang-Hari.jpg)