Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Batang Hari

3 Suku Anak Dalam Terkena Campak, Total 101 Terduga Kasus di Batang Hari

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari menyatakan kasus itu tersebar di seluruh wilayah kerja puskesmas.

Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: asto s
Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, Wendrawati. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sebanyak 101 kasus terduga campak terjadi di Kabupaten Batang Hari per Jumat (27/2/2026).

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari menyatakan kasus itu tersebar di seluruh wilayah kerja puskesmas.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang dikirim, enam kasus telah terkonfirmasi positif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, Wendrawati, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus ini terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menjelaskan, dari 101 kasus terduga, pihaknya telah mengirimkan sampel untuk pemeriksaan lanjutan dan 12 hasil sudah diterima.

"Dari 101 terduga yang kami terima, sudah kami kirimkan sampel untuk pemeriksaan lanjutan dan 12 sampel sudah keluar hasilnya. Dari jumlah itu, enam dinyatakan positif campak," katanya. 

Menurutnya, enam kasus positif tersebut masing-masing tiga berasal dari Suku Anak Dalam dan tiga lainnya dari masyarakat di Kecamatan Muara Bulian.

Ia menerangkan bahwa campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan penyebarannya tergolong cepat, terutama melalui percikan saat penderita batuk atau bersin.

Ia menambahkan, penularan juga bisa terjadi melalui tangan yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

"Penyakit ini menular melalui percikan saat batuk dan bersin. Tangan yang terkontaminasi lalu menyentuh mata atau hidung juga dapat menyebabkan penularan," ujarnya.

Dinas Kesehatan pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga yang mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan ruam merah pada kulit diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk mendapatkan penanganan medis lebih cepat sekaligus membantu pendataan kasus oleh dinas.

"Kami mengimbau apabila ada keluarga, kerabat, atau tetangga yang mengalami panas tinggi, batuk pilek, serta ruam merah di kulit agar segera berobat ke fasilitas kesehatan," tuturnya.

Selain itu, penderita yang telah menunjukkan gejala disarankan melakukan isolasi mandiri guna mencegah penyebaran lebih luas di lingkungan sekitar.

"Jika sudah ada gejala, sebaiknya isolasi mandiri, tidur terpisah, peralatan makan dipisahkan, serta menjaga kebersihan makanan dan pakaian agar tidak terjadi infeksi sekunder pada kulit," jelasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved