Berita Jambi
RDP DPD RI Dinilai Tak Beri Kepastian, Warga Aur Kenali Kecewa
Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama DPD RI terkait proyek infrastruktur batubara di Jambi mendapat kritik dari warga Aur Kenali.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama DPD RI terkait proyek infrastruktur batubara di Jambi dinilai belum memberikan kepastian bagi warga terdampak.
Warga Kelurahan Aur Kenali mengaku kecewa karena pertemuan tersebut tidak menghasilkan keputusan konkret.
Warga RT 14 Aur Kenali, Erpen, mengatakan hasil pertemuan hanya sebatas rekomendasi agar Gubernur Jambi segera bertemu langsung dengan masyarakat, tanpa kejelasan waktu dan langkah lanjutan.
“Pertemuan tadi tidak menghasilkan apa-apa. Hanya rekomendasi agar gubernur bertemu masyarakat. Padahal sejak September sampai sekarang sudah lima bulan belum juga ditemui,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Ia juga menyoroti pertanyaan relokasi yang kerap diarahkan kepada warga, tanpa disertai kejelasan rencana tata ruang dari pemerintah.
“Kami ini sering ditanya pindah ke mana. Seharusnya pemerintah yang lebih tahu soal tata ruang provinsi, kota, dan Muaro Jambi. Warga tahunya cuma diminta pindah,” katanya.
Meski demikian, Erpen menilai penyebutan wilayah Kemingking sebagai salah satu opsi relokasi masih relevan, namun harus disertai kepastian dan kajian yang jelas.
“Paling tidak sudah disebut satu nama, Kemingking. Menurut saya itu relevan, tapi harus jelas,” ucapnya.
Kekecewaan serupa disampaikan Ketua Bidang Advokasi Walhi Jambi, Eko Wahyudi. Ia menilai ketidakhadiran langsung kepala daerah dalam forum tersebut turut menambah kekecewaan warga.
Eko menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak investasi, namun meminta agar kepentingan warga dan lingkungan tidak diabaikan.
“Warga tidak anti-investasi, tapi jangan menyampingkan kepentingan masyarakat. Jalan khusus ini beririsan langsung dengan rumah dan dapur warga,” tegasnya.
Ia menambahkan, warga juga khawatir terhadap dampak debu batubara dalam jangka panjang, terutama terhadap kesehatan generasi mendatang.
“Mereka tidak hanya memikirkan hari ini, tapi juga anak cucu. Ini soal kesehatan dan lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, Eko mengungkapkan adanya laporan terhadap tiga warga Aur Kenali oleh pihak yang belum diketahui secara pasti. Ia berharap tidak terjadi kriminalisasi terhadap masyarakat maupun konflik horizontal.
“Harapan kami tidak ada kriminalisasi warga dan konflik horizontal. Mudah-mudahan laporan itu bisa dicabut,” pungkasnya.
(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: PT SAS Paparkan Investasi Rp 2 Triliun, Warga Ragukan Mitigasi
| 3 Poin Tanggapan SPPG Simpang III Sipin Jambi Terkait Dapur MBG yang Viral |
|
|---|
| Komnas HAM dan Pemprov Jambi Bahas 10 Kasus Prioritas dari 51 Aduan |
|
|---|
| Oknum SAD Bawa Kecepek di Muka Umum, Kapolda Jambi: Tidak Boleh |
|
|---|
| Kekerasan terhadap Masyarakat Rimba Berulang, KemenHAM Dorong Payung Hukum |
|
|---|
| Kepala SMK di Tanjabtim Jambi Jalani Sidang Dakwaan, Kerugian Negara Rp318 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Warga-Aur-Kenali.jpg)