Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Human Insterest Story

Langkah Anak Muda Desa, Membawa BRI Link Lebih Dekat ke Kampung-Kampung di Jambi

Di Desa Peradun Temeras, Kabupaten Merangin, Roslin bisa dibilang menjadi tumpuan utama warga untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan.

Tayang:
Penulis: Rifani Halim | Editor: asto s
Tribunjambi.com/Rifani Halim
Rolin Zisni Indah (29), pemilik gerai BRI Link di Desa Peradun Temeras, Kabupaten Merangin, Jumat (26/12/2025). 

TRIBUNJAMBI.COM - Mata Rolin Zisni Indah (29) melihat secara saksama sebuah mesin yang ada di depannya. Perhatiannya tetap fokus dan tangannya lincah mengecek tiap bagian, meski lalu lalang kendaraan Desa Peradun Temeras, Kabupaten Merangin, telah ramai di depan ruko sejak pagi, Jumat (26/12/2025). 

Jalan di depan ruko tempat tinggal Roslin bersama keluarganya selalu ramai aktivitas. Tiap pagi, pengendara sepeda motor dan sepeda kayuh melintas, menyusuri jalan desa yang membelah hamparan ladang dan rumah-rumah sederhana. Mereka menuju kebun. 

Desa Peradun Temeras berjarak cukup jauh, dari Bangko, pusat Kabupaten Merangin, sekira 55 kilometer, dan lebih dari 300 kilometer dari Kota Jambi, pusat Provinsi Jambi. Warga daerah tersebut memang banyak yang menjadi pekebun sawit dan karet.

Sekira pukul 06.00 WIB, mesin electronic data capture (EDC) milik Roslin siap operasional. Waraga mulai mengalir datang.

Di desa tersebut, Roslin bisa dibilang menjadi tumpuan utama warga untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan. Mulai dari mengecek saldo, menarik uang tunai, hingga mencairkan bantuan pemerintah, semuanya terpusat di gerai BRI Link milik perempuan yang akrab dengan sapaan Indah.

Setiap kali mesin EDC mengeluarkan bunyi krit... krit...krittt dan struk tercetak, itulah penanda ada transaksi keuangan. Warga tak perlu jauh menuju bank. Jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang akses layanan perbankan. 

Perubahan Besar

Bagi warga desa yang mayoritas bekerja sebagai petani dan tidak terbiasa menggunakan gawai, keberadaan gerai BRI Link memberikan kemudahan yang signifikan.

Melalui layanan tersebut, warga dapat melakukan berbagai transaksi seperti pengecekan saldo rekening, pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), pembayaran tagihan listrik, hingga pengiriman uang untuk kebutuhan anak yang bersekolah atau kuliah di luar daerah.

“Dulu warga harus ke pasar untuk transaksi. Sekarang cukup jalan kaki,” ujar Indah, menggambarkan perubahan yang dirasakan masyarakat sejak gerai BRI Link hadir di desanya.

Untuk bisa mendapatkan mesin EDC, Indah harus melalui proses yang tidak singkat. Ia diwajibkan memenuhi target minimal 300 transaksi per bulan selama tiga bulan berturut-turut. Setelah target tersebut tercapai, pihak BRI kemudian meminjamkan mesin EDC secara resmi untuk mendukung operasional gerai.

Meski menjadi satu-satunya agen BRI Link di desa, Indah mengaku tidak langsung mendapatkan banyak pelanggan. 

Tantangan utama pada awal usaha adalah modal, terutama dalam menyediakan uang tunai untuk kebutuhan penarikan dana warga. Selain itu, Indah juga kerap menghadapi situasi di mana warga meminta kelonggaran pembayaran biaya transaksi.

Perlu Strategi

Sebagai strategi awal untuk menarik kepercayaan masyarakat, Indah menurunkan biaya administrasi pengiriman uang. 

Jika di tempat lain biaya administrasi mencapai Rp10 ribu, Indah menetapkan hanya Rp5 ribu. 

Ia juga menggratiskan biaya pengecekan saldo, khususnya bagi warga penerima bantuan sosial.

Ikut Antisipasi Penipuan

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved