Berita Viral
Teka-teki Kematian 14 Sapi di Embacang Gedang Bungo, Sidang Adat Lanjut ke Polisi
Kematian 14 sapi di Dusun Embacang Gedang, Kabupaten Bungo, membuat warga gempar. Tergeletak kondisi perut membesar dan mulut berbusa.
Penulis: Rifani Halim | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kematian 14 sapi di Dusun Embacang Gedang, Kabupaten Bungo, membuat warga gempar.
Sapi-sapi tersebut ditemukan tergeletak dengan kondisi perut membesar dan mulut berbusa.
Kematian belasan sapi itu diduga akibat diracun oknum tak bertanggung jawab. Imbasnya, warga mengalami kerugian besar hingga marah.
Embacang Gedang merupakan sebuah dusun di wilayah Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Dusun ini merupakan ibu kota dari Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, yang berada Jalan Lintas Sumatera KM 18 arah Kota Padang.
Dusun ini direncanakan akan menjadi Ibu kota Kabupaten Bungo jika pemekaran Kota Muara Bungo terwujud.
Letaknya strategis dipinggir Jalan Lintas Sumatra yang menghubungkan Muara Bungo-Padang dan juga sangat dekat dengan pusat ekonomi Kabupaten Tebo yaitu Rimbo Bujang.
Video yang memperlihatkan bangkai belasan sapi pun viral di media sosial dan menuai beragam komentar warganet.
Menurut penuturan warga, sapi-sapi di Desa Embacang biasanya dilepasliarkan untuk mencari pakan dan kerap masuk ke kebun sawit.
Namun, warga mengklaim hewan ternak tersebut hanya memakan rumput dan tidak merusak tanaman.
Warga menduga, kematian belasan sapi itu mengarah pada kesengajaan meracuni air minum atau pakan yang mengakibatkan kematian massal ternak.
Pasalnya, di lokasi kejadian, warga menemukan sebuah tempat minum dari plastik putih.
Peristiwa tersebut menimpa beberapa peternak sekaligus sehingga kerugian yang ditanggung cukup besar.
Para pemilik ternak yang mati kemudian mengadu ke tetua adat dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Dusun Embacang Gedang. Mereka menuntut penyelesaian.
"Perkara ini harus diusut dengan adil. Jika sapi merusak tanaman, seharusnya diselesaikan dengan musyawarah, bukan meracuni," ujar seorang pemilik ternak.
Kapolres Bungo, AKBP Natalen Cahyono, menuturkan peristiwa itu sedang ditangani pihak kepolisian. Selain itu, sedang dilakukan mediasi di tingkat polsek.
“Itu sudah dilakukan mediasi oleh Kapolsek. Kejadiannya juga sudah lama, saya akan cek kembali,” kata AKBP Natalen, Senin (22/9).
Sidang Adat
Kapolsek Tanah Sepenggal Lintas Iptu Jalpahdi menyampaikan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (6/9).
Saat kejadian, 12 ekor sapi itu berada di lahan perkebunan sawit milik warga lain yang sedang melakukan pemupukan.
"Diduga, sapi-sapi itu meminum air bekas pupuk yang ditampung di ember atau galon yang dipotong, sehingga keracunan. Namun hal ini masih sebatas dugaan,” jelasnya, Senin (22/9).
Pascakematian sapi, delapan orang pemilik ternak melapor ke pemangku adat setempat.
Kemudian, sidang adat digelar pada pada Minggu (7/9) sekira pukul 21.30 WIB di kantor Rio Embacang Gedang.
Sidang tersebut dihadiri oleh Datuk Rio, ketua BPD, ketua adat, tokoh masyarakat, ninik mamak, delapan pemilik sapi, pemilik lahan sawit bernama Dedi, serta Bhabinkamtibmas Polsek Tanah Sepenggal Lintas.
Dalam putusan adat, pemilik kebun sawit dijatuhi denda Rp6 juta untuk setiap ekor sapi yang mati.
Namun, pemilik kebun tidak menerima keputusan tersebut sehingga mediasi tidak menemukan kesepakatan.
Karena tidak tercapai titik temu, para pemilik sapi kemudian melapor ke Polres Bungo untuk menempuh jalur hukum.
Viral di Medsos
Kematian belasan sapi di Dusun Embacang Gedang, viral di media sosial lokal Jambi.
Hal itu memicu komentar banyak orang. Ada yang menduga ada kesengajaan, ada juga yang menduga ketidaksengajaan.
Di Jambi, harga sapi beragam, dari jutaan, belasan juta, hingga di atas Rp20 juta, tergantung ukuran dan jenis sapi.
Permintaan ternak sapi biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha. Masyarakat menggunakannya untuk hewan kurban. (Tribun Jambi/Rifani Halim)
Baca juga: Polda Jambi Tangkap 3 Pria Bawa 1,7 Kg Emas Diduga Hasil PETI di Merangin
Baca juga: Luar Biasa Kekayaan Menpar Widiyanti Disebut Mandi Pakai Air Galon, Presiden Prabowo Kalah Jauh
| Remaja 17 Tahun Nyaris Lompat dari Jembatan, Dimarahi karena Bawa Pacar ke Rumah |
|
|---|
| Ultimatum Keras Noel Ebenezer ke KPK, Siap Ungkap Dugaan Praktik Tak Etis |
|
|---|
| Sudah Cair Bansos PKH dan Sembako Triwulan II Bulan April 2026, Cek via NIK untuk Melihatnya |
|
|---|
| Lowongan Kerja BPJS Kesehatan Periode April 2026, Ini Kualifikasi dan Cara Daftarnya di BUMN |
|
|---|
| Sosok Muhammad Qodari, Eks KSP Resmi Jabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Seorang-pria-berinisial-KA-21-terduga-pelaku-pencurian-dua-ekor-sapi.jpg)