Senin, 4 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Teka-teki Kematian 14 Sapi di Embacang Gedang Bungo, Sidang Adat Lanjut ke Polisi

Kematian 14 sapi di Dusun Embacang Gedang, Kabupaten Bungo, membuat warga gempar. Tergeletak kondisi perut membesar dan mulut berbusa.

Tayang:
Penulis: Rifani Halim | Editor: asto s
Istimewa
ILUSTRASI kematian sapi di Dusun Embacang Gedang, Kabupaten Bungo. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kematian 14 sapi di Dusun Embacang Gedang, Kabupaten Bungo, membuat warga gempar. 

Sapi-sapi tersebut ditemukan tergeletak dengan kondisi perut membesar dan mulut berbusa. 

Kematian belasan sapi itu diduga akibat diracun oknum tak bertanggung jawab. Imbasnya, warga mengalami kerugian besar hingga marah.

Embacang Gedang merupakan sebuah dusun di wilayah Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Dusun ini merupakan ibu kota dari Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, yang berada Jalan Lintas Sumatera KM 18 arah Kota Padang. 

Dusun ini direncanakan akan menjadi Ibu kota Kabupaten Bungo jika pemekaran Kota Muara Bungo terwujud. 

Letaknya strategis dipinggir Jalan Lintas Sumatra yang menghubungkan Muara Bungo-Padang dan juga sangat dekat dengan pusat ekonomi Kabupaten Tebo yaitu Rimbo Bujang.

Video yang memperlihatkan bangkai belasan sapi pun viral di media sosial dan menuai beragam komentar warganet.

Menurut penuturan warga, sapi-sapi di Desa Embacang biasanya dilepasliarkan untuk mencari pakan dan kerap masuk ke kebun sawit. 

Namun, warga mengklaim hewan ternak tersebut hanya memakan rumput dan tidak merusak tanaman.

Warga menduga, kematian belasan sapi itu mengarah pada kesengajaan meracuni air minum atau pakan yang mengakibatkan kematian massal ternak.

Pasalnya, di lokasi kejadian, warga menemukan sebuah tempat minum dari plastik putih.

Peristiwa tersebut menimpa beberapa peternak sekaligus sehingga kerugian yang ditanggung cukup besar.

Para pemilik ternak yang mati kemudian mengadu ke tetua adat dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Dusun Embacang Gedang. Mereka menuntut penyelesaian.

"Perkara ini harus diusut dengan adil. Jika sapi merusak tanaman, seharusnya diselesaikan dengan musyawarah, bukan meracuni," ujar seorang pemilik ternak.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved