Selebrasi Bola Jambi
Piala Dunia: Lebih dari Sekadar 90 Menit di Atas Lapangan
Menggunakan kacamata sosiologi, sejarah, dan teori kritis, mengapa sepak bola dan Piala Dunia adalah cermin dari peradaban manusia hari ini.
Piala Dunia tidak pernah hanya soal bola yang menggelinding ke dalam gawang.
Piala Dunia adalah mikrokosmos dari dunia kita hari ini sebuah produk sejarah panjang kolonialisme yang kini bertransformasi menjadi panggung kapitalisme global.
Piala Dunia merayakan keindahan budaya sekaligus mengeksploitasinya; menawarkan solusi teknologi hijau sekaligus menyisakan jejak karbon yang masif; ia menyatukan umat manusia sekaligus menguji batas-batas moralitas dan kemanusiaan kita.
Menonton Piala Dunia dengan kesadaran sejarah dan kritis, membuat kita tidak hanya menjadi penonton yang bersorak saat gol tercipta, melainkan menjadi saksi yang tajam terhadap bagaimana peradaban manusia sedang bergerak.
Baca juga: Piala Dunia 2026, Candi di Jambi dan Piramida Meksiko, hingga Homo Ludens Sepak Bola
Baca juga: Piala Dunia 2026, Sepak Bola dan Pertarungan Legitimasi Politik Global
| Atmosfer Piala Dunia 2026 Mulai Terasa di Jambi, Sekda Kota Pilih Prancis |
|
|---|
| Jelang Piala Dunia, Bupati Batang Hari Jagokan Spanyol, Pemkab Siapkan Nobar |
|
|---|
| Piala Dunia 2026, Sepak Bola dan Pertarungan Legitimasi Politik Global |
|
|---|
| Piala Dunia 2026, Candi di Jambi dan Piramida Meksiko, hingga Homo Ludens Sepak Bola |
|
|---|
| Jersey Timnas Argentina dan Brazil Paling Dicari di Kota Jambi, Jelang Piala Dunia 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Dr-M-Junaidi-Habe-MSi-dosen-UIN-STS-Jambi.jpg)