Selasa, 2 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Selebrasi Bola Jambi

Piala Dunia: Lebih dari Sekadar 90 Menit di Atas Lapangan

Menggunakan kacamata sosiologi, sejarah, dan teori kritis, mengapa sepak bola dan Piala Dunia adalah cermin dari peradaban manusia hari ini.

Tayang:
Editor: asto s
TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA
Dr M Junaidi Habe, MSi, Akademisi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (UIN STS Jambi). 

Piala Dunia tidak pernah hanya soal bola yang menggelinding ke dalam gawang.

Piala Dunia adalah mikrokosmos dari dunia kita hari ini sebuah produk sejarah panjang kolonialisme yang kini bertransformasi menjadi panggung kapitalisme global.

Piala Dunia merayakan keindahan budaya sekaligus mengeksploitasinya; menawarkan solusi teknologi hijau sekaligus menyisakan jejak karbon yang masif; ia menyatukan umat manusia sekaligus menguji batas-batas moralitas dan kemanusiaan kita. 

Menonton Piala Dunia dengan kesadaran sejarah dan kritis, membuat kita tidak hanya menjadi penonton yang bersorak saat gol tercipta, melainkan menjadi saksi yang tajam terhadap bagaimana peradaban manusia sedang bergerak. 

Baca juga: Piala Dunia 2026, Candi di Jambi dan Piramida Meksiko, hingga Homo Ludens Sepak Bola

Baca juga: Piala Dunia 2026, Sepak Bola dan Pertarungan Legitimasi Politik Global

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved