Berita Batang Hari
Usai Kemacetan Panjang, Jalan Tembesi Menuju Sarolangun Lancar
Jalur Vital Tembesi–Sarolangun Lumpuh 17 Jam, Truk Batubara Rusak Picu Kemacetan Panjang.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM -Lumpuhnya arus lalu lintas selama belasan jam di ruas Jalan Tembesi menuju Sarolangun di Kabupaten Batang Hari akhirnya dapat diatasi.
Kejadian bermula saat sebuah truk batu bara mengalami patah as roda atau as trombong di badan jalan.
Posisi kendaraan yang tidak bisa digerakkan membuat akses dari dua arah langsung terhenti.
Dalam waktu singkat, antrean kendaraan mulai mengular.
Tidak hanya truk angkutan, mobil pribadi hingga kendaraan kecil ikut terjebak dalam kemacetan yang terus memanjang.
Dari dokumentasi video yang beredar, terlihat kondisi di lapangan sangat padat. Kendaraan berhimpitan tanpa celah, memenuhi seluruh badan jalan, bahkan meluas ke sisi kanan dan kiri jalur.
Situasi tersebut memaksa petugas kepolisian turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Upaya ini juga melibatkan masyarakat setempat yang turut membantu mengurai kemacetan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang Hari, Agung Prasetyo, menyebut kemacetan mulai terpantau sekitar pukul 11.00 WIB.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan truk menjadi penyebab utama tersendatnya arus lalu lintas.
Namun dalam praktiknya, kondisi di lapangan berkembang menjadi lebih kompleks.
Panjang antrean kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 10 kilometer.
Hal ini menunjukkan tingginya volume kendaraan yang melintasi jalur tersebut dalam waktu bersamaan.
Upaya penanganan segera dilakukan dengan menurunkan personel Satlantas, dibantu Polsek Batin XXIV serta Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Hari. Sinergi lintas instansi ini menjadi langkah awal untuk mengurai kepadatan.
Namun proses evakuasi tidak berjalan mudah. Salah satu kendala terbesar adalah sulitnya menghadirkan alat berat ke lokasi kejadian.
Kepadatan kendaraan membuat jalur menuju titik macet tertutup. Akibatnya, alat berat yang diperlukan untuk menarik truk rusak tidak bisa segera menjangkau lokasi.
“Kendala utama adalah kendaraan sulit diperbaiki di tempat, sehingga harus ditarik alat berat. Namun alat berat juga kesulitan masuk karena kondisi jalan sudah padat,” ujar Agung.
Selain faktor teknis, perilaku pengendara turut memperparah situasi. Banyak kendaraan mengambil jalur kanan untuk mendahului antrean.
Langkah tersebut justru menciptakan kemacetan total. Arus dari dua arah saling berhadapan tanpa ruang gerak, menyebabkan kondisi “stuck” yang sulit diurai.
Kemacetan berlangsung cukup lama, yakni sekitar 17 jam.
Selama periode tersebut, aktivitas transportasi di jalur Tembesi–Sarolangun praktis lumpuh total.
Setelah upaya panjang, kendaraan yang rusak akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 04.00 WIB, Senin (13/4/2026).
Proses ini menjadi titik balik normalisasi arus lalu lintas.
Secara bertahap, kendaraan mulai bergerak dari kedua arah.
Meski sempat tersendat, kondisi lalu lintas akhirnya kembali normal.
“Untuk saat ini arus sudah kembali lancar dari dua arah,” kata Agung.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi pengelolaan jalur transportasi utama, terutama yang dilintasi kendaraan berat.
Kesiapan infrastruktur dan respons cepat menjadi faktor krusial dalam mencegah dampak yang lebih luas.
Baca juga: Truk Batu Bara Patah As, Tembesi–Sarolangun Macet 17 Jam
| Jalan Provinsi di Pal 3 dan Pal 5 Muara Bulian Rusak, Berlubang Banyak |
|
|---|
| Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Dinilai Dukung Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Kepala Ular Sekepalan Tangan Menyembul dari Sumur Warga di Batang Hari |
|
|---|
| Bupati Fadhil Arief: Keamanan Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi |
|
|---|
| Apel Kebangsaan Sabuk Kamtibnas, Masyarakat Diminta Aktif Jaga Keamanan Lingkungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Kemacetan-di-Sarolangun-4.jpg)