Selasa, 9 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Batang Hari

Warga Sridadi Keluhkan Jalan Nasional Rusak Tiga Tahun Tak Diperbaiki

Warga Sridadi mengeluhkan jalan nasional yang rusak dan berdebu selama tiga tahun tanpa perbaikan, sementara truk bermuatan berat masih melintas.

Tayang:
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah
JALAN RUSAK-Warga Sridadi mengeluhkan jalan nasional yang rusak dan berdebu selama tiga tahun tanpa perbaikan, sementara truk bermuatan berat masih melintas di luar jam operasional dan memperburuk kondisi ruas tersebut. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Warga Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari mengeluhkan kondisi jalan nasional di wilayah mereka yang rusak dan berdebu, Minggu (1/3/2026).

Kerusakan yang terjadi di kawasan Simpang Bawah, Kelurahan Sridadi, sepanjang kurang lebih satu kilometer itu dinilai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pantauan Tribun Jambi di lokasi, jalan tampak bergelombang dan berlubang.

Bahkan, sejumlah lubang diberi penanda kayu oleh warga agar tidak membahayakan pengendara.

Selain itu, debu beterbangan terutama saat kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan besar melintas di ruas tersebut.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sridadi, Nahrowi (51), mengatakan kondisi itu semakin parah saat cuaca panas.

Ia menyebut debu yang beterbangan sangat mengganggu warga sekitar.

“Kalau siang panas, debunya sangat banyak dan terasa. Beberapa warga sampai berinisiatif menyiram air sendiri ketika debu sudah mulai menyengat,” katanya.

Ia mengungkapkan kondisi itu dirasakan warga setiap hari dan dinilai sangat meresahkan karena berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Setiap hari kami mengalami keadaan ini dan tentu meresahkan. Kesehatan masyarakat terganggu,” ujarnya.

Nahrowi menuturkan dirinya bersama warga sudah melaporkan kondisi tersebut, namun hingga kini belum ada tanggapan. Ia menyebut masyarakat tetap membayar pajak, sementara kondisi jalan tidak kunjung diperbaiki.

“Kami sudah lapor, tapi belum ada tanggapan. Warga membayar pajak, hasil bumi dieksploitasi, tapi uang untuk memperbaiki jalan ini ke mana?” tuturnya.

Ia juga menyinggung status ruas tersebut sebagai jalan nasional. Menurutnya, perbaikan sebelumnya berupa penimbunan pada sebagian titik tidak sesuai ketentuan sehingga dikhawatirkan kembali rusak dalam waktu singkat.

“Beberapa hari lalu memang ada yang ditimbun, tapi perbaikannya tidak sesuai. Beberapa hari saja akan kembali rusak,” jelasnya.

Selain kerusakan jalan, ia menyoroti keberadaan kendaraan angkutan batu bara yang melintas.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved