Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Batang Hari

Dorong Ekonomi Desa, 39 KDMP di Batang Hari Siap Ikuti Program Bioflok

Pemkab Batang Hari mengusulkan program bioflok berbasis hibah untuk pengembangan perikanan desa, dengan 39 KDMP telah mendaftar.

Tayang:
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah
KDMP- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batang Hari, Afrizal. Dipaparkannya Pemkab Batang Hari mengusulkan program bioflok berbasis hibah untuk pengembangan perikanan desa, dengan 39 KDMP telah mendaftar. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengusulkan program tematik bioflok untuk mendukung pengembangan usaha perikanan di tingkat desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Kamis (30/4/2026).

Program ini diajukan melalui dinas terkait sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi masyarakat berbasis budidaya ikan.

Dari total 124 unit KDMP yang tersebar di desa dan kelurahan, sebanyak 39 unit tercatat telah mendaftar untuk mengikuti program bioflok, pendaftar tersebut didominasi di wilayah Kecamatan Muara Bulian dan Kecamatan Mersam.

Pelaksana Harian Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batang Hari, Afrizal, menjelaskan program ini dirancang dalam bentuk bantuan fisik yang akan disalurkan kepada KDMP sebagai hibah.

"Skema hibah tersebut difokuskan untuk memperkuat sarana produksi perikanan di tingkat desa, bantuan yang diusulkan mencakup berbagai kebutuhan utama dalam sistem bioflok," jelasnya.

Ia menyebut setiap kelompok direncanakan menerima 24 unit kolam terpal lengkap dengan benih ikan nila dan lele, pakan, serta sarana pendukung lainnya. 

"Bantuan yang diusulkan berupa kolam terpal sebanyak 24 unit per kelompok, benih ikan nila dan lele, pakan, serta sarana pendukung lainnya," jelasnya.

Ia menuturkan, program bioflok ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas perikanan sekaligus mendorong efisiensi dalam budidaya.

Metode bioflok memiliki keunggulan dalam pemanfaatan lahan yang terbatas namun tetap menghasilkan produksi optimal.

"Program ini kita arahkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan budidaya yang lebih modern dan efisien," pungkasnya.Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa usulan program ini masih berada pada tahap awal dan belum masuk proses pelaksanaan. 

"Hingga saat ini pihaknya masih menunggu proses verifikasi dan identifikasi dari kementerian terkait sebelum program direalisasikan," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah) 

Baca juga: Realisasi Luas Tanam Padi di Batang Hari Capai 3.036,76 Hektare hingga April 2026, April Tertinggi


 
 

 
 
 

 

 

 
 
 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved