Berita Viral

DIANCAM Donald Trump Jika Kembangkan Nuklir Lagi, Iran: Tak Ada yang Bisa Menghalangi Teknologi Kami

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan ancaman pada Iran jika mereka masih melanjutkan program nuklir.

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
ist
DIANCAM Donald Trump Jika Kembangkan Nuklir Lagi, Iran: Tak Ada yang Bisa Menghalangi Teknologi Kami 

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan ancaman pada Iran jika mereka masih melanjutkan program nuklir.

Bahkan Donald Trump siap melakukan perang pada Iran dalam pertemuan puncak NATO di Den Haag, Belanda, Rabu (25/6/2025).

Ditegaskan Donald Trump, Wasington tidak akan mengizinkan Iran melanjutkan rencana pengayaan uraniumnya dan akan menghentikan secara militer jika perlu.

Namun Donald Trump menambahkan jika program nuklir Iran telah mundur beberapa dekade imbas serangan AS ke fasilitas nuklirnya belum lama ini.

"Serangan tersebut telah mengakhiri perang dan mendorong program nuklir Iran mundur beberapa dekade," katanya.

Ketika ditanya apakah AS akan Kembali menyerang jika Iran mencoba membangun kembali programnya, Trump tegas menjawab, “Tentu saja.”

Baca juga: PANTAS Israel Tumbang di Tangan Iran, 5 Kelemahan Zionis Itu Dimanfaatkan Selama 2 Minggu Perang

Baca juga: GAZA Berdarah Lagi, Israel Bantai 31 Anak-anak dan Wanita Dalam Sehari Usai Berhenti Perang di Iran

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio juga menyampaikan hal yang sama, bahwa fasilitas konversi nuklir Iran telah hancur.

"Bahkan tidak dapat ditemukan di peta, fasilitas itu telah musnah," ujar Marco.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menegaskan bahwa serangan AS dan Israel beberapa waktu lalu tidak akan membuat Iran meninggalkan teknologi nuklirnya.

"Kami telah melakukan upaya luar biasa untuk mencapai teknologi ini, dan para ilmuwan kami telah melakukan pengorbanan besar, bahkan kehilangan nyawa demi tujuan ini," kata Araghchi dalam wawancara dengan New Arab yang berbasis di London.

"Rakyat kami telah menanggung sanksi atas hal ini, dan perang telah dipaksakan kepada negara kami atas masalah ini. Tidak seorang pun di Iran akan meninggalkan teknologi ini," tegasnya.

Di lain pihak, Channel 14 Israel sangat yakin bahwa Iran masih memiliki fasilitas nuklir yang dirahasiakan dan masih aktif. 

Tetapi negara Yahudi tersebut tidak memiliki informasi intelijen mengenai lokasi fasilitas nuklir dimaksud.

Laporan itu juga merujuk pada perkiraan intelijen AS, yang menyebutkan tentang keberadaan fasilitas nuklir rahasia Iran yang belum menjadi sasaran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Capture Kompas TV)

Blokir Pemantau Nuklir

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved