Selasa, 7 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ilmu dan Pengetahuan

Mengenal Pola Lantai Pada Tari Kreasi Daerah

Berikut materi kunci jawaban, Ilmu dan Pengetahuan yang membahas pola lantai tari kreasi daerah.

Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI
Tari Sekapur Sirih 
TRIBUNJAMBI.COM - Berikut materi kunci jawaban, Ilmu dan Pengetahuan yang membahas pola lantai tari kreasi daerah.

Tujuan pola lantai adalah untuk memperindah tarian dan memberikan daya tarik pada setiap gerakannya.


 Tujuan pola lantai Ada beberapa tujuan dibentuknya pola lantai, yaitu: Untuk membuat penari tidak bertabrakan dengan penari lainnya, sehingga letaknya sinkron atau sesuai. Untuk membedakan gerakan antar seni tari satu dengan yang lainnya. Membuat sebuah tarian tampil menarik Membuat penari bisa tampil atau terlihat secara keseluruhan oleh penonton dan penari juga dapat menguasai panggung.


Dalam buku Tari Tradisi Melayu, Eksistensi dan Revitalisasi Seni (2016) karya Muhdi Kurnia, pola lantai dibuat untuk memperindah pertunjukan karya tari. Sehingga  pola lantai harus memperhatikan  variasi bentuk pola lantai, makna pola lantai, jumlah penari, ruangan, atau tempat pertunjukan dan gerak tari.

  Macam-macam pola lantai tari kreasi daerah Terdapat beberapa macam pola lantai, di antaranya:


1. Pola lantai garis lurus (vertikal dan horizontal)

 Pola lantai garis lurus sering dijumpai pada pertunjukan tari kreasi daerah di Indonesia. Tari Saman dari Aceh menggunakan pola lantai garis lurus secara horizontal yang menunjukkan hubungan antarmanusia.

Garis lurus dalam bentuk vertikal atau ke atas bermakna hubungan dengan Tuhan sebagai pencipta.

Pada tari Saman, iringan menunjukan makna pujian terhadap Sang pencipta bernapaskan keagamaan.

 Pola lantai garis lurus juga dengan mudah ditemukan pada tarian Bedaya di Keraton Jawa.

 Garis-garis lurus yang dibuat oleh penari memiliki makna tidak hanya hubungan antarmanusia, tetapi juga dengan Sang Pencipta.

Pola lantai garis lurus juga dijumpai pada tari Baris Gede di Bali yang dapat juga dimaknai memiliki sikap jujur.

Pola lantai garis lurus dapat dilakukan dengan berbagai tingkatan mulai level rendah, seperti berbaring atau duduk.

Pada level sedang, pola lantai garis lurus dapat dilakukan dengan berlutut atau jongkok.

 Pola lantai level tinggi dapat dilakukan dengan berdiri, jinjit, atau melompat dan melayang.

 Pola lantai garis lurus dapat dilakukan pada jenis penyajian tari berpasangan atau kelompok.

 Pola lantai garis lengkung Pola lantai garis lengkung ditunjukan dengan penari membentuk garis melingkar, lengkung ular, dan pola lantai angka delapan.

 Jenis tarian yang biasa menggunakan pola lantai ini adalah tari rakyat dan tari tradisional.

2. Pola lantai garis lengkung

Pola lantai garis lengkung terdapat pada tari Kecak di Bali yang gerakannya membentuk sebuah lingkaran.

 Tari Rejang Dewa dari Bali menggunakan pola garis lengkung.

Pola lantai garis lengkung juga digunakan pada tari Randai dari Minangkabau, di mana penari berjalan mengelilingi pentas membentuk lingkaran.

 Di daerah Flores dapat dijumpai tari dengan menggunakan garis lengkung, yaitu tari Gawi.

Pola lantai dengan garis lurus dan lengkung biasanya tarian yang berhubungan dengan hal magis atau keagamaan.


3.  Pola lantai diagonal

 Pola lantai diagonal ditunjukan dengan gerakan penari membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri.

 Maksudnya mengarah serong ke kanan atau kiri dari area depan panggung. Contoh tari yang sering menggunakan pola ini, yaitu tari Sekapur Sirih dari Jambi dan Tari Pendet dari Bali.
BACA MATE PELAJARAN LAINNYA DI SINI
SUMBER ARTIKRL : kompas.com


Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved