Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Di Persimpangan Jalan Kehidupan

Bacaan ayat: 1 Yohanes 2:15-17 (TB) - "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bap

Editor: Suci Rahayu PK

Di Persimpangan Jalan Kehidupan

Bacaan ayat: 1 Yohanes 2:15-17 (TB) - "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya".

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Sadar atau tidak, setiap hari seseorang harus mengambil keputusan untuk memilih apa yang akan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai membuka mata di pagi hari, hingga akan kembali memejamkan mata di malam hari, pilihan selalu ada di depan mata.

Ketika masih bayi, ia hanya mempunyai sedikit pilihan.

Pilihannya sudah dipilihkan oleh orang tuanya.

Seiring waktu ia menjadi dewasa, kehidupan seakan selalu berada di persimpangan jalan: jalan mana yang akan dipilih untuk dilalui.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Kesempatan Kedua

Bangun jam berapa, makan apa, lewat jalan mana yang tidak macet, dan berbagai-bagai keputusan harus diambil setiap saat.

Tentu ada dasar dalam setiap pilihan. Ada hal yang diprioritaskan tanpa harus merendahkan dan mengabaikan pilihan yang lain.

Inilah konsekuensi logis, bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Adam dan Hawa sejak semula harus memilih: taat atau tidak taat kepada Allah.

Ternyata ketertarikan mereka dengan menginginkan pengertian dan dengan memetik buah yang sedap kelihatannya dan menarik hati, telah mebuat mereka memilih pilihan yang salah: memilih tidak taat kepada Allah dan memberontak kepada Allah.

Ilustrasi, Adam dan Hawa
Ilustrasi, Adam dan Hawa ()

Bersyukur jika Allah tetap mengasihi sehingga Ia memilih untuk merancang penyelamatan yang berpuncak pada Yesus Kristus.

Kembali manusia harus memilih: percaya atau tidak percaya pada karya penyelamatan tersebut.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved