Kanal

Pengantin Baru di Tuban Diintip Tetangga Lantaran Lupa Tutup Jendela, Akhirnya Berujung Penjara

Pengantin Baru di Tuban Diintip Tetangga Lantaran Lupa Tutup Jendela, Akhirnya Berujung Penjara. - Stomp.Strait Times

TRIBUNJAMBI.COM - Pengantin Baru di Tuban Diintip Tetangga Lantaran Lupa Tutup Jendela, Akhirnya Berujung Penjara.

Nasib malang dialami seorang pengantin baru asal Tuban, Jawa Timur.

Pasalnya si pengantin pria harus meringkuk di penjara selama empat bulan karena memukul orang yang mengitipnya berhubungan suami istri dari kamar jendela.

Diketahui pria bernama S tersebut divonis empat bulan penjara karena memukul Wahyudi dengan menggunakan pipa besi setelah ketahuan mengintip hubungan badan dengan istrinya.

Kasus ini bermula saat Wahyudi yang baru saja pulang dari ronda melihat S dan istrinya tengah berhubungan badan di kamarnya pada Senin (28/10/2019) silam.

Pengantin baru yang tinggal di Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Tuban tersebut kelupaan menutup jendela kamar.

Kehidupan Lucinta Luna di Depan Kamera Ternyata Palsu, Ungkap Penyebab Depresi dan Gunakan Narkoba

Reaksi Hotman Paris, Tahu Lucinta Luna Ditangkap Polisi Karena Narkoba, Sebut Sang Artis Temanku

Bella Nova, Artis Dangdut Usia 23 Tahun Akhirnya Blak-blakan Hubungannya dengan Hotman Paris

Hindari Tertular Virus Corona, Sejumlah Orang Nekat Pakai Kondom di Jari Saat Naik Lift, Amankah?

Hal itu menarik perhatian Wahyudi untuk mendekat dan melihat aktifitas pengantin baru tersebut di dalam kamar.

Mengetahui hubungan suami istrinya diintip oleh orang, S pun emosi dan langsung mengejar pria yang mengintipnya.

Wahyudi pun terkejar oleh S, kemudian terjadilah pemukukan.

S memukul dengan pipa besi sehingga membuat kening Wahyudi terluka.

Tak terima dengan perlakuan S, korban lalu melaporkannya ke polisi hingga berujung pada penetapan tersangka.

"S ditetapkan tersangka oleh polisi, sekarang sudah divonis bersalah dengan pidana empat bulan. Dia tidak terima diintip Wahyudi," kata Humas Pengadilan Negeri Tuban, Donovan Akbar Kusuma Buwono.

Ilustrasi (ist)

Dia menjelaskan, tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan karena melakukan pemukulan terhadap korban.

Vonis pengadilan lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum yaitu enam bulan penjara.

Dengan jatuhnya vonis tersebut, maka terdakwa akan menghirup udara bebas pada 30 Februari mendatang.

Sebab, vonis dikurangi masa tahanan sejak 30 Oktober lalu.

"Vonis dikurangi masa tahanan, sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sekarang," pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id

Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Tribun Solo

Saat Tangis BCL Tumpah Dengar Ucapan Ayah Ashraf Sinclair: Terima Kasih Telah Mencintai Anak Saya

Berita Populer