Jumat, 12 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Advertorial

Jaga Gambut Jambi, Faperta UNJA dan Forkopimda Satukan Langkah Hadapi Ancaman Karhutla

UNJA menggelar Kuliah Umum “Antisipasi dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut di Provinsi Jambi”, Rabu (10/6/2026)

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Ist
Universitas Jambi (UNJA) menggelar Kuliah Umum bertema “Antisipasi dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut di Provinsi Jambi”, Rabu (10/6/2026), di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC Universitas Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, Jambi – Di tengah ancaman musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan ekstrem dari biasanya, Universitas Jambi (UNJA) mengambil langkah konkret dengan menggelar Kuliah Umum bertema “Antisipasi dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut di Provinsi Jambi”, Rabu (10/6/2026), di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC Universitas Jambi

Kegiatan yang diinisiasi oleh Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian (Faperta) ini menegaskan posisi UNJA sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadapi salah satu ancaman lingkungan paling berulang di Provinsi Jambi.

Kuliah umum ini menghadirkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi secara langsung mulai dari Gubernur, Kapolda, Danrem 042 Garuda Putih, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi.

 Kehadiran mereka sekaligus untuk menandatangani komitmen bersama pencegahan karhutla yang juga melibatkan APHI, PT. Wirakarya Sakti (APP Group), dan Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumber Daya Hutan (Sekber PSDH) Jambi.

Rektor UNJA, Helmi, menyambut kegiatan ini sebagai kelanjutan dari komitmen institusi yang sudah dibangun sejak tahun sebelumnya. Tahun lalu, UNJA baru sebatas menggelar simulasi karhutla. Tahun ini, cakupannya diperluas dengan kuliah umum yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di tingkat provinsi.

“Kebakaran hutan dan lahan menjadi tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat dari Kepolisian, TNI, atau Pemerintah Daerah. Masyarakat harus berkolaborasi, harus berpartisipasi,” ujar Rektor

Rektor menegaskan bahwa UNJA telah berkontribusi melalui jalur penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Namun menurutnya, yang tak kalah penting adalah mengubah mindset tentang kapan antisipasi harus dimulai.

Baca juga: Dosen Unja Eks Winger PSMS Junior Bicara soal Prancis ,Cara Kuliah hingga Tantangan Sepak Bola Jambi

Baca juga: Tagihan Dapur MBG Triliunan Rupiah Memanas, Kepala BGN Nanik: Masalah Teknis

“Antisipasi itu artinya mencegah. Bukan ketika musim kering sudah akan tiba baru kita bersiap-siap,” ujar Rektor.

Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menyoroti tantangan mendasar yang selama ini belum tuntas diatasi, yakni mengubah perilaku masyarakat yang masih memandang bakar lahan sebagai cara paling praktis membuka ladang.

“Yang paling sulit adalah mengajak masyarakat untuk sadar tentang bahaya kebakaran hutan ini. Banyak yang belum sadar dampak-dampak ekologis dari karhutla, seperti kesehatan terganggu, ISPA, sekolah dihentikan, transportasi terganggu. Bandara kita bahkan pernah tidak aktif selama tiga bulan pada 2015 akibat karhutla ini,” ujar Gubernur.

Menurutnya, mahasiswa UNJA, khususnya dari Jurusan Kehutanan dan Faperta memiliki peran yang tidak bisa digantikan oleh satgas mana pun: kehadiran mereka di tengah masyarakat, saat KKN, saat praktik lapangan, bahkan saat pulang kampung, adalah kesempatan edukasi yang jauh lebih organik dan mengakar.

“Saya berharap ini menjadi langkah awal yang konkret bersama mahasiswa dan perguruan tinggi untuk menyatukan perspektif bagaimana kita menangani persoalan karhutla di Provinsi Jambi,” tutup Gubernur.

Kapolda Jambi, Irjen Pol. yang Drs. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., memaparkan strategi komprehensif Polri mulai dari patroli terpadu, pemantauan hotspot berbasis satelit, hingga sosialisasi zero burning. Ia membuka dengan pertanyaan yang menghentak:

“Saya khawatir lima tahun lagi tidak ada lagi hutan di Jambi. Adik-adik mahasiswa, saya minta kalian juga ambil peran,” ujar Kapolda.

Komandan Korem 042 Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., memberikan gambaran yang lebih jauh tentang konteks iklim di balik kuliah umum ini.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved