Jumat, 5 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 4 Agustus 2025 - Berani Tampil Benar Meski Sendiri

Bacaan ayat: 2 Tawarikh 18:13 (TB)  Tetapi Mikha menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan Allahku

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 4 Agustus 2025 - Berani Tampil Benar Meski Sendiri

Bacaan ayat: 2 Tawarikh 18:13 (TB)  Tetapi Mikha menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan Allahku, itulah yang akan kukatakan." 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Dunia modern telah menfasilitasi kehidupan dengan sarana kehidupan yang lebih baik. Hampir bisa dibilang, segala bisa dilakukan secara mandiri.

Utamanya terkait dengan pencarian jati diri. Dunia maya telah menawarkan apa saja yang diperlukan, seakan seseorang tidak lagi memerlukan kehadiran orang lain.

Anehnya, dalam dunia sosial, seseorang justru lebih mudah terpengaruh dengan apa yang ada disekitarnya.

Selama merasa ada temannya, melanggar aturanpun dilakukan demi kesenangan dan kegembiraan, meskipun hanya sesaat dinikmati. Ini sebuah ironi kehidupan. 

Para nabi lain telah sepakat bahwa Yosafat, yang telah berbesan dengan Ahab raja Israel, untuk menyerang Ramot-Gilead.

 Yosafat ingin menanyakan perihal tersebut kepada nabi yang diposisikan sebagai representasi kehendak Tuhan. Empat ratus orang nabi dari kerajaan Israel telah setuju untuk mendukung penyerangan tersebut.

Meskipun demikian, Yosafat masih ragu dan bermaksud mencari nabi lain.

 Mikha, seorang nabi yang dikenal dengan nubuatnya yang kontroversial ditawarkan untuk dipanggil.

Belum sempat Mikha berkata-kata suruhan yang diminta untuk memanggilnya telah memberi pesan bahwa para nabi lain telah setuju dengan penyerangan tersebut. 

Maka ia berpesan kepada Mikha untuk melakukan hal yang sama. Jawaban Mikha cukup menyentak, ketika ia berujar, "Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan Allahku, itulah yang akan kukatakan." 

Dengan berani Mikha hendak tampil sesuai kehendak Tuhan yang benar; bukan sekedar mengikuti keinginan sang penguasa untuk menyenangkannya.

Atau sekedar ikut-ikutan dengan yang lain, mengingat angka empat ratus orang ialah jumlah yang tidak sedikit untuk dilawan. 

Dalam hal ini, Mikha fokus pada kehendak Tuhan. Kebenaran yang hendak ia sampaikan ialah kebenaran Tuhan, bukan kebenarannya sendiri. 

Apa yang dilakukan Mikha menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan kita hari ini.  Ada begitu banyak kebenaran ditawarkan didasarkan kepada kepentingan, keuntungan dan sudut pandang.

Seringkali kebenaran tersebut menjadi mayoritas dalam hidup bermasyarakat. 

Terasa berat jika harus melawan arus, apalagi seseorang sering berfikir bahwa dirinya adalah minoritas, kaum awam atau 'wong cilik'. 

Mikha memberikan teladan baik bagi kota untuk tampil berani sebagai kebenaran meskipun sendiri. Baginya, kebenaran Tuhan mengatasi segalanya. Tidak lagi penting banwa dirinya akan dipersekusi karena kebenaran Tuhan. 

Yang terpenting ialah kebenaran Tuhan dinyatakan. Jadilah 'Mikha modern' dalam kehidupan hari ini. Tampil benar, sesuai dengan kebenaran Tuhan, meskipun harus sendiri. Amin

      Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved