Berita Tebo

Kebun Sawit Milik Koperasi Bungo Tanjung Tebo Ilir Jambi Hancur Akibat Aktivitas PETI

Lahan kebun kelapa sawit milik Koperasi Tanjung Bungo, Desa Sungai Bengkal Barat, Kecamatan Tebo Ilir yang bermintra

Penulis: Sopianto | Editor: Nurlailis
Tribunjambi.com/ Sopianto
Kebun Sawit Milik Koperasi Bungo Tanjung Mitra PT Makin Grop Tebo Ilir Jambi Hancur 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Lahan kebun kelapa sawit milik Koperasi Tanjung Bungo, Desa Sungai Bengkal Barat, Kecamatan Tebo Ilir yang bermintra dengan PT PHK Makin Grop hancur akibat ulah penambang emas tanpa izin (PETI).

Pasalnya kini aktifitas PETI merajalela di wilayah tersebut, pengurus koperasi sudah resah akibat ulah pelaku ilegal itu.

Aktifitas PETI itu sudah terjadi sejak tahun 2023 lalu kini masih beroperasi terkesan tak ada halangan untuk beraktifitas. 

Baca juga: Kelapa Sawit di Jambi Naik Lagi, Hari Ini Harga TBS Rp 3.345 per Kg

Ketua Koperasi Bungo Tanjung Sairi menuturkan, aktivitas PETI itu sudah sejak lama terjadi, bahkan pihaknya sudah membuat laporan kepada pihak kepolisian, namun aktivitas tersebut tetap dilakukan.

Dia bilang, akibat aktifitas PETI lahan kebun milik koperasi hancur dan tak bisa menikmati hasilnya.

"Kalau lahan koperasi ada sekitar 4 hektare yang rusak, cuman di sekitar di lokasi juga ada yang dompeng (PETI), masih beroperasi sekarang," ujarnya, Selasa (22/7/2025).

Ketua Koperasi mengatakan, para pelaku PETI beraktifitas pada malam hari di wilayah tersebut, untuk itu ia meminta kepada aparat penegak hukum untuk menertibkan pada malam hari. 

Pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum menindak tegas pelaku PETI diwilayah tersebut yang merugikan para petani.

Baca juga: Harga Sawit di Jambi Naik Lagi Jadi Rp 3.345 per Kg, Di Tingkat Toke Hanya Rp2.300-2.600

Sementara itu Aipda Masjhun, Kanit Intel Polsek Tebo Ilir mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari warga ada aktifitas di wilayah itu.

Namun ia mengklaim,sudah menghubungi ketua Koperasi bahwa saat ini kegiatan tersebut tidak beraktivitas lagi.

Ia juga menegaskan, belakangan ini sudah dilakukan penertiban aktifitas PETI diwilayah tersebut.

"Bulan Januari telah dilakukan penertiban dan telah diberikan himbauan dilokasi dan dapat informasi mereka mulai aktifitas sekitar 2 bulan ini,"ujarnya.

Ia menyebut, yang melakukan aktifitas PETI itu adalah warga setempat. 

Update berita Tribun Jambi di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved