Berita Viral
PDIP Ngaku Tak Tahu Ijazah Jokowi Diduga Palsu, Megawati Heran, Cuma 3 Orang yang Tahu Kebenarannya
Polemik ijazah Jokowi yang disebut palsu, ternyata juga mengejutkan internal PDI Perjuangan (PDIP).
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM – Polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi yang disebut palsu, ternyata juga mengejutkan internal PDI Perjuangan (PDIP).
Politisi senior PDIP, Bambang Beathor Suryadi, membongkar reaksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Megawati kata Beathor, awalnya merasa heran mengapa kasus sesederhana itu sampai bergulir ke ranah hukum.
Beathor menyebut, Megawati beranggapan bahwa jika memang ijazah itu asli, Jokowi tinggal menunjukkannya saja sudah cukup.
Megawati: Kenapa Urusan Sederhana Masuk ke Ranah Hukum?
"Awal saya ikut dalam perbincangan tentang ijazah palsu ini, karena setelah pulang dari Jogja, pulang dari Solo, terus kawan-kawan TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) ini kan melapor ke Bareskrim," ujar Beathor, Selasa (16/7/2025), dikutip dari YouTube Refly Harun.
"Setelah itu Ibu Mega menyatakan, 'kenapa urusan yang sederhana itu masuk ke ranah hukum, kalau memang punya (ijazah asli) ya tampilkan, tunjukin dong'," ungkap Beathor, menirukan pernyataan Megawati.
Namun, reaksi Megawati ini justru menjadi sasaran netizen yang menuntut PDIP ikut bertanggung jawab.
Baca juga: RESPON Menohok Kader PDIP Soal Kekhawatiran Jokowi di Kasus Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran
Baca juga: TERANCAM 2 Tahun Penjara Razman Nasution Gegara Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
Baca juga: 85 Persen Beras RI Dijual Tak Sesuai Standar, Mentan Amran: Dioplos, Ganti Kemasan
Pasalnya, PDIP merupakan partai yang mengusung Jokowi sejak menjadi Wali Kota Solo hingga Presiden RI selama dua periode.
"Pernyataan Ibu Mega itu kan terus dikejar sama netizen lah kelompok-kelompok itu menyerang, 'Bu, jangan omon-omon. Itu kan kader PDI si Jokowi, tanggung jawab dong'," kata Beathor.
Hasil Investigasi Beathor
Merasa penasaran dengan desakan netizen dan pernyataan Megawati, Beathor pun melakukan investigasi pribadi untuk menelusuri asal-usul isu ijazah palsu tersebut.
Dia bertanya kepada kader-kader PDIP di grup WA dan menemui beberapa orang yang diduga paham.
"Jadi saya mendapatkan (informasi) A sampai Z itu karena saya melakukan investigasi, menemui beberapa orang yang paham," sambung Beathor.
Hasil investigasinya, menurut Beathor, mengungkap bahwa PDIP sendiri awalnya tidak mengetahui apa-apa soal dugaan ijazah palsu Jokowi.
Pasalnya, berkas-berkas persyaratan Jokowi, termasuk ijazah, diterima oleh PDIP dan langsung diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan KPU RI.
"Jadi, tanggung jawab partai adalah menerima semua berkas kandidat, diproses dan dibawa ke KPU, ada yang KPUD dan KPU RI. Semua kader yang menerima itu tidak tahu bahwa itu palsu," ujar Beathor.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.