Prakiraan Cuaca
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
BMKG Jambi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi pada Rabu, 2 Juli 2025.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI,COM -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Jambi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi pada Rabu, 2 Juli 2025.
Peringatan ini disampaikan secara resmi pada pukul 14.21 WIB.
Dalam peringatan tersebut, BMKG memprakirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Cuaca ekstrem dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, mulai pukul 14.31 WIB. Wilayah yang diperkirakan terdampak langsung meliputi:
Kabupaten Tanjung Jabung Timur: Kecamatan Muara Sabak Timur, Nipah Panjang, Rantau Rasau, Sadu, dan Berbak
Selain itu, potensi hujan lebat dan angin kencang tersebut juga dapat meluas ke wilayah lain di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yakni Kecamatan Dendang dan Muara Sabak Barat.
BMKG menyatakan bahwa kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.
Peringatan dini ini dikeluarkan berdasarkan pengamatan citra radar dan data dinamika atmosfer terkini yang menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif cukup signifikan di sejumlah wilayah, terutama di bagian timur dan pesisir Jambi.
Awan-awan ini berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam beberapa jam ke depan.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak maupun yang berpotensi terdampak untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.
Peringatan juga ditujukan kepada para pengguna jalan, nelayan, petani, serta pihak-pihak yang melakukan aktivitas di luar ruangan agar lebih berhati-hati.
Hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang berpotensi menyebabkan berbagai gangguan, seperti genangan air di daerah rendah, terganggunya arus lalu lintas, hingga risiko pohon tumbang dan kerusakan fasilitas ringan.
Selain itu, aktivitas transportasi laut di wilayah pesisir Tanjung Jabung Timur juga diminta untuk memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan pelayaran.
Pihak-pihak terkait, seperti pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan aparat di tingkat kecamatan dan desa diharapkan dapat menyebarluaskan informasi ini serta mengambil langkah antisipatif apabila terjadi gangguan akibat cuaca buruk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/hujan-petir.jpg)