Berita Internasional
BALASAN Keras Iran Usai Donald Trump Klaim Selamatkan Khamenei dari Serangan Israel
Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim menyelematkan Ayatollah Khamenei dari serangan Israel dibalas Menlu Iran Abbas Araghcchi.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
BALASAN Iran Usai Donald Trump Klaim Selamatkan Khamenei dari Serangan Israel
TRIBUNJAMBI.COM - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim menyelematkan Ayatollah Khamenei dari serangan Israel dibalas Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Sebelumnya, Trump mengku secara pribadi menghentikan serangan udara terakhir Israel yang menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei.
Trump juga menuduh pemimpin Teheran berbohong tentang hasil perang.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Donald Trump.
Dia menyerukannya untuk "menyingkirkan nada yang tidak sopan dan tidak dapat diterima" terhadap Ayatollah Ali Khamenei.
Araghchi menuduh Donald Trump menghina "jutaan pengikut setia" kepemimpinan Iran.
Dia memperingatkan jika ancaman terus berlanjut, Iran tidak akan ragu untuk "mengungkapkan kemampuan sebenarnya".
"Jika Ilusi mengarah pada kesalahan yang lebih buruk, Iran tidak akan ragu mengungkapkan Kemampuan Sebenarnya, yang pasti akan MENGAKHIRI Delusi apa pun tentang Kekuatan Iran," tegasnya.
Baca juga: PESAN Peringatan Terakhir Jenderal Iran ke Israel AS dan Musuh Lain: Hukuman yang Lebih Keras
Baca juga: PERSETERUAN Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Memanas: Lapor ke Komnas Perempuan Hingga Sindiran Menohok
Baca juga: KKB Papua Akui Tembak Bripda Ricardo Pasaribu, Jubir TPNPB-OPM Bilang Demi Membela Rakyat
Mengacu pada postur militer Israel baru-baru ini, ia menulis, “Rezim Israel TIDAK PUNYA PILIHAN selain LARI ke ‘Ayah’,” menggemakan julukan yang baru-baru ini digunakan oleh kepala NATO Mark Rutte untuk merujuk pada Trump.
Sebelumnya, Donald Trump secara pribadi menghentikan serangan udara terakhir Israel yang menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei.
Trump juga menuduh pemimpin Teheran berbohong tentang hasil perang.
Dalam posting di Truth Social, Trump menulis, "Mengapa yang disebut 'Pemimpin Tertinggi', Ayatollah Khamenei, dari negara Iran yang dilanda perang.
Mengatakan dengan begitu terang-terangan dan bodoh bahwa ia memenangkan perang dengan Israel, padahal ia tahu pernyataannya adalah kebohongan?"
Trump mengatakan selama hari-hari terakhir konflik 12 hari itu.
Dia "menuntut Israel untuk membawa kembali sekelompok besar pesawat, yang menuju langsung ke Teheran... serangan terbesar dalam perang itu, sejauh ini."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20250629-Abbas-Araghchi-Ayatollah-Khamenei-dan-Donald-Trump.jpg)