Israel vs Palestina

Israel Serang Gaza Lagi hingga Tewaskan 71 Orang, Trump dan Netanyahu Bikin Proposal Baru

Hal itu setelah Israel memblokir semua pasokan dari awal Maret hingga akhir Mei dan terus memberlakukan pembatasan, menurut kelompok hak asasi manusia

Editor: asto s
Capture Kompas TV
SERANG GAZA: Warga Gaza Palestina evakuasi korban serangan Israel. Empat warga Palestina tewas dan beberapa orang terluka akibat serangan udara Israel pada hari Kamis kemarin. Serangan tersebut menargetkan kamp pengungsian di dekat Rumah Sakit Al Quds yang dikelola Bulan Sabit Merah Palestina di Tel Al-Hawa, Gaza. 

Kemudian Perjanjian Abraham dengan menyinggung dua negara lain.

Kemudian poin ketiga adalah kedaulatan Israel di beberapa wilayah Tepi Barat.

Berikut tiga poin tersebut lebih rinci dikutip dari Israel Hayom:

1. Mengakhiri Genosida Gaza dalam waktu dua minggu.

2. Memperluas Perjanjian Abraham agar mencakup negara-negara seperti Suriah dan Arab Saudi.

3. Memajukan solusi dua negara dengan “kedaulatan Israel yang terbatas” di beberapa wilayah Tepi Barat.

Kabar Trump dan Netanyahu menyepakati proposal dihentikannya genosida di Gaza

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyatakan kesiapannya untuk berunding dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump demi mewujudkan perdamaian menyeluruh dengan Israel.

Pernyataan ini muncul pada Selasa (25/6/2025) dan diberitakan oleh sejumlah media internasional seperti TRT World dan Middle East Monitor.

“Kami siap bekerja sama dengan Presiden Trump untuk mencapai perdamaian menyeluruh dan adil berdasarkan solusi dua negara,” ujar Abbas seperti dikutip Anadolu Agency.

Sikap ini menandai pendekatan baru Abbas terhadap Trump.

Sebelumnya, hubungan keduanya sempat memburuk setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 2017 dan memindahkan kedutaan AS ke kota tersebut—kebijakan yang dikecam oleh Palestina dan sebagian besar komunitas internasional.

Kini, Abbas tampak memilih jalur pragmatis.

Dalam pernyataan terbarunya, ia menekankan upaya perdamaian harus didasarkan pada hukum internasional, resolusi-resolusi PBB, dan menjamin berdirinya negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Menurut laporan Middle East Monitor, Abbas menyebut rakyat Palestina masih percaya pada perdamaian, meski kondisi di lapangan terus memburuk akibat perluasan permukiman Israel dan kekerasan di wilayah pendudukan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved