Israel vs Iran

Update Iran Serang AS, Hujan Rudal di Pangkalan Militer Amerika di Qatar

Pada Senin (23/6/2025) malam waktu setempat, Iran melancarkan serangan rudal ke Al Udeid Air Base di Qatar dan mengaktifkan pertahanan udara Irak atas

Editor: asto s

“Saya ingin berterima kasih kepada Iran karena telah memberi kami pemberitahuan lebih awal. Itu memungkinkan tidak ada nyawa yang hilang dan tidak ada yang terluka,” tulis Trump melalui akun di platform Truth Social. 

Trump mengungkapkan bahwa 14 rudal ditembakkan ke Pangkalan Udara Al Udeid, tetapi seluruhnya berhasil ditangkis tanpa menyebabkan kerusakan berarti. 

“Ini adalah respons yang sangat lemah, yang kami perkirakan, dan telah ditangkal dengan sangat efektif,” ujarnya. 

“Yang terpenting, mereka telah mengeluarkan semuanya dari sistem mereka. Mudah-mudahan tidak akan ada lagi kebencian,” tambahnya. 

Ketegangan di kawasan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya siap mengambil langkah lebih lanjut jika Amerika Serikat kembali bertindak. 

“Iran siap merespons lagi jika ada tindakan lanjutan dari pihak Amerika,” tulis pernyataan kementerian luar negeri Iran yang diunggah di Telegram. 

Namun, langkah Iran justru memicu kecaman dari negara-negara Arab di kawasan. Pemerintah Qatar, lokasi pangkalan militer yang diserang, mengecam tindakan Teheran. 

Kecaman serupa juga datang dari Bahrain, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, dan Irak. 

“Ada hubungan yang dalam antara kedua negara, Iran dan Qatar, namun serangan ini jelas menuntut pertemuan yang tulus dan sikap yang jelas,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, dalam konferensi pers. 

Serangan Israel dan dampak ekonomi 

Di hari yang sama, militer Israel mengeklaim meluncurkan gelombang serangan terluasnya terhadap Iran, termasuk ke sebuah penjara di Teheran yang digunakan untuk menahan lawan-lawan politik pemerintah. 

Serangan ini memperluas cakupan target Israel, dari yang sebelumnya hanya terbatas pada situs militer dan nuklir. 

Sementara itu, Iran sebelumnya mengancam akan mengganggu pengiriman minyak dari kawasan Teluk. 

Namun pasar tampaknya tidak merespons ancaman itu secara signifikan. 

Harga minyak justru turun 7 persen, mencerminkan keraguan pelaku pasar terhadap kemungkinan gangguan suplai global. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved