Berita Internasional
Dulu Teman Baik, Kini AS Menjelma Jadi Musuh Iran
Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, Amerika Serikat secara resmi melancarkan serangan militer ke Iran pada Minggu (22/6/2025).
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Setelah itu, spiral ketegangan terus berputar. Pembunuhan jenderal elite Iran, Qassem Soleimani, oleh serangan drone AS di Baghdad tahun 2020 makin memperburuk keadaan.
Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak. Lalu pada Maret 2025, di tengah upaya baru membangun diplomasi, Trump mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk menawarkan perundingan baru dalam tenggat 60 hari.
Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah. Khamenei menilai Washington hanya ingin memaksakan kehendaknya, bukan mencari kesepahaman.
Meski pembicaraan sempat dimulai secara informal di Oman dan Italia, ketegangan kembali meledak ketika Israel secara sepihak menyerang sejumlah titik di Iran, hanya sehari sebelum putaran keenam negosiasi dimulai.
Tindakan itu memicu respons keras dari Teheran dan menyeret AS ke dalam konflik bersenjata yang lebih besar.
Serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada akhirnya mempertegas siklus tragis hubungan kedua negara: ketika diplomasi gagal, kekerasan kembali menjadi alat komunikasi utama. Ini adalah potret suram bagaimana dua negara yang pernah saling mempercayai dalam pembangunan teknologi kini saling menghancurkan atas nama keamanan.
Kini, dunia menanti — apakah ini akan menjadi awal dari perang terbuka berskala luas, ataukah hanya satu babak lagi dari sejarah panjang penuh ketidakpercayaan, ambisi, dan kepentingan geopolitik.
(TRIBUNNEWS/ALJAZEERA)
Baca juga: AS Perketat Keamanan Usai Serangan ke Iran, Tempat Ibadah dan Fasilitas Publik Diperketat
| Kecewa Jadi Alasan Trump Tarik Pasukan AS dari Eropa: Waktu Kita Butuh, Mereka tak Ada |
|
|---|
| Cibir Aktivis Flotilla, PM Israel Netanyahu: Kalian Hanya Bisa Lihat Gaza di YouTube |
|
|---|
| Bahrain Depak 69 Warga Pro Iran, Raja Hamad: Keamanan Nasional Harga Mati |
|
|---|
| Pernyataan Presiden Trump Pasca Insiden Penembakan saat Makan Malam |
|
|---|
| Sosok Terduga Pelaku Penembakan di Acara Makan Malam Trump: Guru Fisika Torrance |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20250623-Iran-peringatkan-tentara-Donald-Trump.jpg)