Selasa, 9 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

KATA-KATA Terakhir Septia Adinda Sebelum D1mut1l451 Wanda, Total Korban Ada 3 Wanita

Septia Adinda, Sosok wanita mandiri tak disangka menjadi korban pembunuhan dengan dimutilasi yang dilakukan SJ alias Wanda.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Septia Adinda, Sosok wanita mandiri tak disangka menjadi korban pembunuhan dengan dimutilasi yang dilakukan SJ alias Wanda. Kasus pembunuhan berantai itu terjadi di Padang Pariaman, Sumatera Barat. 

KATA-KATA Terakhir Septia Adinda Sebelum Dim*t4l1 Wanda, Total Korban Ada 3 Wanita

TRIBUNJAMBI.COM - Septia Adinda, Sosok wanita mandiri tak disangka menjadi korban pembunuhan dengan dimutilasi yang dilakukan SJ alias Wanda.

Kasus pembunuhan berantai itu terjadi di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Pembunuhan itu sebagaimana diketahui dilakukan pelaku dalam kurun warktu 1,5 tahun terakhir.

Ketiga wanita tersebut dihabisi dengan dimutilasi lantaran adanya unsur sakit hati pelaku, Wanda.

Meninggalnya Septia Adinda yang secara tidak wajar itu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga.

Kenangan bersama korban sebelum tewas masih terngiang di benak keluarga.

Detik-detik Septia Adinda meninggalkan rumah sebelum menjadi korban pembunuhan pun dikenang keluarga.

Sebagaimana diketahui, korban dimutilasi di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat pada Jumat (20/6/2025).

Baca juga: KEKEJAMAN di Balik Topeng Kebaikan, Tragedi dari Kekasih Jadi Pembunuh Berantai: Ibu Siska Korban

Baca juga: AMARAH Pentolan KKB Papua Memuncak Tahu Istri Selingkuh, 3 Warga Sipil Tewas Ditembak,Bakar 11 Rumah

Baca juga: NGERI! Nuklir Iran Bakal Lepaskan Radiasi Tinggi ke Lingkungan Jika Terkena Serangan Israel

Percakapan terakhir Septia Adinda sebelum tewas dimutilasi menjadi kata-kata terakhir yang akan dikenang.

"Pakai lah baju ama lu, awak sabantanyo (Pasang saja pakaian mama dulu, saya pergi sebentar),” ujar Septia Adinda, sebelum meninggalkan rumah di pagi hari Minggu (15/6/2025).

Pagi itu ia diajak oleh ibunya (Wenni) pergi ke Kota Pariaman tempat saudaranya, saat itu Dinda (sapaan akrabnya) sudah mengiyakan ajakan tersebut.

Namun saat ibunya bersiap-siap, Dinda menerima telepon dan meminta izin untuk mendahulukan ajakan dari penelpon.

Paman Dinda, Donal, mengatakan, ajakan dari balik telepon itu datang dari temannya, dengan jarak tidak begitu jauh dari rumah.

“Itulah percakapan terakhir Dinda di rumah. Saat itu saya juga berada di sana,” ujarnya, mengenang hari terakhir bertemu kemenakan perempuannya.

Anak bontot dari pasangan Dasrizal dan Wenni itu, pergi menggunakan motor sendiri, seperti biasanya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved