Berita Internasional

JENDERAL IDF Minta Warga Israel Bersiap Hadapi Perang Jangka Panjang Lawan Iran

Kepala IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir meminta warga Israel untuk bersiap menghadapi perang jangka panjang melawan Iran.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
SIAP-SIAP: Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir meminta warga Israel untuk bersiap menghadapi perang jangka panjang melawan Iran. Dia mengatakan perang jangka panjang melawan Iran adalah demi menghilangkan ancaman besar. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir meminta warga Israel untuk bersiap menghadapi perang jangka panjang melawan Iran.

Peringatan itu disampaikannya Jumat (20/6/2025) kemarin.

Dia mengatakan perang jangka panjang melawan Iran adalah demi menghilangkan ancaman besar.

Pernyataan Zamir itu mengindikasikan ketidakmungkinan untuk mengakhiri perang Israel-Iran.

Zamin menyampaikan pernyataannya itu sebagaimana dilansir dari The Times of Israel dikutip Tribunjambi.com pada Sabtu (21/6/2025).

Zamir mengatakan Iran telah membangun rencana yang jelas selama bertahun-tahun untuk menghancurkan Israel.

Ia menegaskan, pada beberapa bulan terakhir, rencana itu telah mencapai titik tanpa kembali, di mana saat ini telah mencapai kemampuan operasional.

Zamir kemudian mengatakan Israel melancarkan serangan pembukaannya terhadap Iran, dengan mengetahui bahwa lawannya tersebut memiliki sekitar 2.500 rudal permukaan-ke-permukaan.

Baca juga: TEGAS! Putin Tak Terima Damai yang Dipaksakan, Rusia Ledek Ukraina Bicarakan Perdamaian, Ikuti Iran?

Baca juga: KKB Papua Serang Pos Militer, TPNPB-OPM Klaim Tewaskan 1 TNI dan Beberapa Prajurit Terluka

Baca juga: KAMPUS Kenang Masa Kuliah Siska dan Adek Sebelum D1mut1l45i Wanda: Lagi Skripsian, Baik, Pintar

Ia juga menegaskan Iran memiliki tingkat produksi rudal permukaan-ke-permukaan yang tinggi, sehingga dalam waktu sekitar dua tahun, mereka diharapkan memiliki sekitar 8.000 rudal.

Zamir mengungkapkan upaya rudal balistik Iran, kemajuan nuklir, dan proksi teror regional telah memaksa militer Israel menyerang dan memberikan serangan pendahuluan.

“IDF tak akan tinggal diam dan melihat ancaman berkembang,” tuturnya.

“Sebagai bagian dari doktrin yang sedang berkembang, kami akan bertindak secara proaktif dan lebih awal untuk mencegah ancaman eksistensial dan menghadapi tantangan apa pun,” tambahnya.

Zamir juga menegaskan bahwa IDF telah mempersiapkan operasi seperti ini selama setahun, dan bisa meluncurkannya berkat konvergensi kondisi operasional dan strategis.

Namun, faktanya Israel yang memulai serangan ke Iran pada Jumat (13/6/2025), yang akhirnya berujung pada serangan balasan ke Tel Aviv dan sejumlah lokasi lainnya.

Saat ini, Israel dan Iran masih terus saling serang dengan rudal selama sepekan terakhir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved