Berita Internasional
DONALD TRUMP Bilang Iran Tak Boleh Punya Nuklir, Tak Tertarik Negosiasi: Perang atau Menyerah!
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Bahkan dia tidak tertarik untuk menegosiasikannya.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
DONALD TRUMP Bilang Iran Tak Boleh Punya Nuklir, Tak Tertarik Negosiasi: Perang atau Menyerah!
TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Bahkan dia tidak tertarik untuk menegosiasikan hal tersebut.
Dia menyampaikan itu saat ditemui awak media di pesawat kepresidenan pada Selasa (17/6/2025) sebagaimana dilansir Tribunjambi.com pada Rabu (18/6/2025).
Donald Trump pada kesempatan itu menegaskan Iran tidak boleh mempunyai senjata nuklir.
Penegasan itu disampaikannya tidak perlu dilakukan pembahasan yang terlalu mendalam.
Sebab ditegaskannya, Iran tidak boleh memiliki senjata niklir.
“Ingat, Iran tidak boleh punya senjata nuklir. Sederhana saja. Kita tidak perlu membahasnya terlalu dalam. Mereka tidak boleh punya senjata Nuklir,” ujar Trump.
Dia kemudian ditanyakan solusi mengatasi perang selain gencatan senjata, dan yang dicarinya dari momen tersebut?
Baca juga: DONALD TRUMP Peringatkan Warga Iran Segera Tinggalkan Teheran dalam 60 Hari: Lihat Apa yang Terjadi!
Baca juga: SEPI Teheran Usai Donald Trump Peringatkan untuk Evakuasi, Warga Iran Hindari Serangan Israel
Baca juga: DUA Anak Buah Egianus Kogoya Tewas saat Kontak Tembak TNI Vs KKB Papua di Yahukimo
Donald Trump menyampaikan gencatan senjata bukan solusi akhir.
Tapi menyelesaikan perang dan menyerah.
"Akhir, akhir yang sesungguhnya. Bukan gencatan senjata. Akhir," ujarnya.
Jadi sesuatu yang permanen?
"Ya, atau menyerah sepenuhnya. Itu juga tidak apa-apa," tegasnya.
Apakah anda sudah dekat atau mungkin? Apakah mungkin dalam 24 jam ke depan?
"Mengapa tidak? tentu saja mungkin. Menyerah sepenuhnya- itu mungkin,"
Apakah anda terbuka untuk bernegosiasi dengan Iran saat ini, atau anda ingin menunggu?
Baca juga: MILITER Iran Balas Donald Trump, Minta Warga Israel Mengungsi: Operasi Hukuman Segera Tiba
"Saya tidak tahu. Saya telah bernegosiasi. Saya menyuruh mereka (Iran dan Israel) untuk melakukan kesepakatan."
"Mereka seharusnya melakukan kesepakatan. Kota-kota telah hancur berkeping-keping," ujarnya lagi.
Donald Trump juga menegaskan bahwa Iran telah banyak kehilangan warganya akibat tewas.
Untuk itu dia menekankan agar melakukan kesepakatan.
"Mereka seharusnya melakukan kesepakatan," tegasnya.
"Saya menyuruh mereka, lakukan kesepakatan. Jadi, saya tidak tahu. Saya tidak terlalu berminat untuk menegosiasikan itu," tambahnya.
Militer Iran Balas Ucapan Donald Trump
Pihak militer Iran membalas pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengosongkan Teheran dengan meminta warga Israel mengungsi.
Sebab kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Abdul Rahim Mousavi pihaknya akan menjalankan operasi hukuman.
Operasi tersebut seiring dengan terjadinya lebih banyak serangan yang akan dihadapi oleh warga Israel.
Jenderal Abdul Rahim Mousavi mengungkapkan serangan yang dilakukan Iran selama ini hanyalah sebuah peringatan dan pencegahan.
"Operasi yang dilakukan sejauh ini hanyalah peringatan dan pencegahan," ujar Abdul Rahim Mousavi dilansir Tribunjambi.com dari tayangan KompasTv pada Rabu (18/6/2025).
Baca juga: WANITA Ngaku Pilot Pria Tipu Staf Media Presiden Prabowo, Cewek Korban Love Scamming Rugi Rp48 Juta
Ditegaskannya, operasi hukuman segera diluncurkan ke Israel.
"Operasi hukuman akan segera dilaksanakan," ujar Mousavi.
Untuk itu, dia memperingatkan warga Israel yang ada di Tel Aviv untuk segera mengungsi agar selamat.
"Oleh karena itu, penduduk Tel Avib dan Jaffa sangat diperingatkan untuk meninggalkan daerah tersebut untuk keselamatan mereka sendiri," tegasnya.
Peringatan itu disampaikannya agar warga tidak menjadi korban hasrat dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
"Jangan menjadi korban hasrat hewani (Perdana Menteri Israel, Benjamin) Netanyahu," ujarnya lagi.
Pernyataan itu dianggap sebagai balasan atas ucapan Donald Trump yang meminta warga Iran di Teheran untuk segera mengungsi.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperingatkan penduduk Iran untuk meninggalkan ibu kota negara, Teheran.
Dia memberikan waktu selama 60 hari bagi warga untuk meninggalkan tempat tersebut.
Jika tidak segera pindah, maka Trump meminta semua untuk menyaksikan yang akan terjadi.
"Seperti yang mungkin anda perhatikan dan saya memberi Iran waktu 60 hari, mereka bilang tidak dan hari ke-61 anda melihat apa yang terjadi hari ke-61."
"Jadi, saya selalu berhubungan dan seperti yang saya katakan. Saya pikir akan ada kesepakatan atau terjadi sesuatu. Tapi kesepakana akan ditandatangani."
"Saya pikir Iran bodoh untuk tidak menandatanganinya," ujarnya.
Teheran Sepi
Warga Teheran ramai-ramai meninggalkan Ibu Kota Iran untuk menghindari serangan Israel.
Baca juga: TPNPB-OPM Klaim KKB Papua Tembak 1 TNI dan Gugur di Yahukimo, Juga Habisi Nyawa Intelijen
Berbondong-bondongnya warga meninggalkan rumahnya diduga usai pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sebab sebelumnya Trump memperingatkan warga agar segera meninggalkan tempatnya dan berlindung ke lokasi yang aman.
Bahwa Donald Trump hanya memberikan waktu bagi warga untuk mengevakuasi diri sendiri selama 60 hari.
Terpantau warga muali secara bersamaan pada Senin waktu setempat meninggalkan Kota Teheran.
Bahkan, warga yang secara bersama itu menyebabkan kemacetan lalu lintas yang sangat parah di jalan-jalan
utama.
Lalu lintas hampir tidak bergerak di jalan raya Teheran menuju utara.
Karena Israel, pihak berwenang Iran telah menutup wilayah udara sipil hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Sehingga hanya jalur darat yang menjadi satu-satunya jalan keluar dari Teheram.
Suasana kota Teheran mulai tampak sepi pada Selasa pagi waktu setempat.
Suasan itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyerukan evakuasi dari ibu kota Iran.
Antrean panjang terjadi di SPBU dan kendaraan banyak menuju ke luar kota Teheran.
Selain itu, banyak toko-toko yang berada di dalam kota Teheran juga tutup pada hari keempat serangan udara Israel ke ibu kota Iran ini.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Kaper BKKBN Jambi Jadi Narasumber Workshop Konselor Sebaya di UNJA
Baca juga: Prediksi Skor dan Statistik Ilves vs SJK di Tammela Stadion 18/6/2025 Pukul 21.00 WIB
Baca juga: Pembangunan Pasar Tanjung Bungur Tebo Jambi Sarat Korupsi, Kios Bocor dan Gelap
Baca juga: Daftar 75 Titik Halte Bus Listrik Trans Bahagia Kota Jambi, Rawasari s/d Alam Barajo dan Sebaliknya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.