Polemik di Papua

Jubir TPNPB-OPM Akui KKB Papua Egianus Miliki Ladang Ganja: Sah dalam Perjuangan, Tak Jual ke Rakyat

Juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom angkat bicara terkait foto pentolan KKB Papua, Egianus Kogoya di ladang ganja.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom angkat bicara terkait foto pentolan KKB Papua, Egianus Kogoya di ladang ganja. Foto tersebut sebelumnya didapatkan dari ponsel yang ditemukan dari korban tewas dalam kontak tembak di Jayawijaya, Papua Pegunungan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom angkat bicara terkait foto pentolan KKB Papua, Egianus Kogoya di ladang ganja.

Foto tersebut sebelumnya didapatkan dari ponsel yang ditemukan dari korban tewas dalam kontak tembak di Jayawijaya, Papua Pegunungan beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, korban tewas yang merupakan keponakan Egianus tersebut bernama Pionus Gwijangge.

Darinya ditemukan barang bukti berupa ganja, senapa angin hingga ponsel yang diduga milik Egianus Kogoya.

Hal yang mencengangkan saat ponsel itu identifikasi ditemukan foto dan video sang pentolan di ladang ganja.

Terkait itu Sebby Sambom mengungkapkan Panglima TPNPB-OPM Kodap III Nduga itu sebagai pemilik ladang ganja tersebut.

Namun menurutnya penjualan barang haram yang dilakukan pentolan KKB Papua itu merupakan hal sah dalam perjuangan.

Dia menegaskan, sah bila ganja tersebut tidak dijual kepada masyarakat sipil di Papua.

Baca juga: PANTAS Egianus Kogoya Kalang Kabut Ponselnya Hilang,Terungkap Aktivitas Terlarang Pentolan KKB Papua

Baca juga: DAMKAR Butuh 2 Jam Evakuasi Pria Nekat Panjat SUTET Gegara Bertengkar dengan Istri di Jaktim

Baca juga: MALANG Nasib Pria di Jambi Terlempar dari Mobil Usai Diduga Pergoki Pacar Selingkuh, CCTV Viral

Kata dia, ganja tersebut dijual dan ditukar dengan senjata api yang digunakan dalam perjuangan.

“Kalau ganja itu dijual ke luar, tukar dengan senjata, kami tidak persoalkan. Tapi kalau dijual kepada orang asli Papua, itu bagian dari mendukung program genosida. Pejuang sejati tidak boleh menjual ganja kepada rakyatnya sendiri,” tegasnya.

Sebby menambahkan menjual ganja ke masyarakat sipil hanya akan merusak generasi muda Papua.

Sebab mengkonsumsi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan saraf, penurunan fungsi otak, hingga menjadi pemalas.

Dia pun sempat menyinggung kasus pribadi teman kuliahnya yang diduga mengalami gangguan jiwa akibat konsumsi ganja jangka panjang.

Namun demikian, dia menilai penjualan ganja dalam skala besar untuk tujuan mendapatkan senjata sebagai bagian dari strategi perjuangan bersenjata yang dianggap sah oleh TPNPB-OPM.

“Kalau pejuang tanam ganja untuk dijual ke negara lain dan tukar dengan senjata, itu baru kami dukung,” ujar Sebby dalam pernyataannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved