Polemik Tambang Nikel Raja Ampat
Sosok Elisa Kambu, Dicap Gubernur Pembohong di Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Maju dari Gerindra
Sosok Elisa Kambu, Gubernur Papua Barat Daya yang pertama dicap sebagai gubernu pembohong terkait polemik tambang nikel di Raja Ampat.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Sosok Elisa Kambu, Dicap 'Gubernur Pembohong' di Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Maju dari Gerindra
TRIBUNJAMBI.COM - Sosok Elisa Kambu, Gubernur Papua Barat Daya yang pertama dicap sebagai gubernu pembohong terkait polemik tambang nikel di Raja Ampat.
Tudingan keras tersebut diberikan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Papua Peduli Demokrasi (APMPPD).
Mereka menyampaikan itu terkait kunjungannya bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Pulau Gag.
Jansen Kareth, Ketua APMPPD, menilai kunjungan Gubernur dan Menteri ESDM ke Pulau Gag, yang videonya viral di media sosial, hanyalah sandiwara pencitraan.
"Video kunjungan itu viral di berbagai platform media sosial. Menurut saya, itu hanya pencitraan untuk menutupi realitas sebenarnya. Gubernur, jangan bohongi kami anak pribumi pemilik kekayaan alam Raja Ampat. Raja Ampat adalah warisan kami yang tersisa, kekayaan laut yang tak ternilai," tegas Jansen dalam rilis pers, Senin (9/6/2025).
Lantas, seperti apa Sosok dan sepak terjang Elisa Kambu sebelum menjadi gubernur pertama untuk Papua Barat Daya.
Elisa Kambu merupakan kelahiran Ayamaru, Irian Barat pada 12 Maret 1964.
Dia adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Papua Barat Daya periode 2025–2030.
Baca juga: Gubernur PBD Klaim Warga Pulau Gag Minta Menteri ESDM Bahlil Tak Tutup Tambang Nikel di Raja Ampat
Baca juga: POLEMIK Tambang Nikel Raja Ampat: Warga Cap Gubernur Pembohong, Menteri ESDM Penipu
Baca juga: Ketika Sri Mulyani Menembus Nduga: Kisah Menkeu Pertama di Sarang KKB Papua, Pesawat Jadi Target!
Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Bupati Asmat 2 periode 2016–2021 dan 2021–2025.
Elisa Kambu dan Thomas Eppe Safanpo kembali berpasangan dan mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati dalam Pilbup Asmat 2020.
Mereka diusung oleh 9 partai politik, yaitu PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, Golkar, NasDem, PKS, PSI, PAN, dan Partai Demokrat.
Pasangan petahana ini kemudian berhasil unggul setelah meraih 43.817 suara (55 persen suara sah), sedangkan pesaing satu-satunya dari jalur perseorangan, Yulianus Payzon Aituru-Bonifasius Jakfu, hanya berhasil meraih 36.132 suara (45 % suara sah).
Hal tersebut dikuatkan kembali setelah Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menolak gugatan peselisihan hasil pilkada yang diajukan oleh Yulianus Payzon Aituru dan Bonifasius Jakfu dikarekanakan selisih suara antarcalon lebih dari 2 % sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan ketahapan persidangan.
Elisa Kambu dan Thomas Eppe Safanpo kemudian dilantik untuk periode kedua pada 3 Maret 2021 bersama dengan 3 pasangan kepala daerah lainnya oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, di Kota Jayapura.
Dalam Pemilu 2024 yang juga memuat rangkaian Pilkada 2024, Elisa Kambu tidak dapat lagi mencalonkan diri sebagai Bupati Asmat karena telah menjabat sebanyak 2 periode.
Dukungan mengalir untuk Elisa Kambu agar mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua Barat Daya mengingat ia adalah putra kelahiran Ayamaru, Kabupaten Maybrat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20250609-Gubernur-Papua-Barat-Daya-Elisa-Kambu-dicap-gubernur-pembohong.jpg)