Mengapa Jokowi Lebih Cocok Jadi Ketua Umum PSI Dibandingkan PPP? Pengamat Paparkan 4 Alasan

Joko Widodo (Jokowi) dikaitkan dengan Jokowi adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Istimewa via psi.id
BERFOTO: Foto Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat sebagai Presiden RI berpose bersama sejumlah tokoh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Joko Widodo (Jokowi) dikaitkan dengan Jokowi adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

TRIBUNJAMBI.COM -  Joko Widodo (Jokowi) dikaitkan dengan Jokowi adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Namun, pengamat politik Agung Baskoro menilai, secara personal dan ideologis, Jokowi lebih cocok memimpin PSI dibandingkan PPP.

Menurut Agung, kedekatan Jokowi dengan PSI sudah terbangun lama, baik secara personal maupun institusional.

PSI dikenal sebagai partai yang secara terbuka mendukung kepemimpinan Jokowi selama dua periode.

Bahkan, PSI pernah menyebut dirinya sebagai partai yang menganut “mahzab Jokoisme” atau “Jokowi is Me”.

 Hal ini menunjukkan hubungan yang kuat antara Jokowi dan partai berlambang mawar merah tersebut.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan PPP, jarak ideologi antara Jokowi dan partai berlatar belakang Islam itu dinilai cukup jauh.

 Jokowi berasal dari PDIP yang dikenal sebagai partai nasionalis-sekuler.

Corak ideologinya lebih dekat dengan PSI yang juga mengusung nilai-nilai pluralisme dan kebangsaan.

Di sisi lain, PPP lebih dikenal sebagai partai berbasis agama yang memiliki suara akar rumput yang khas dan konservatif.

 Agung mengkhawatirkan bahwa jika Jokowi bergabung ke PPP, kemungkinan besar ia akan menghadapi resistensi dari basis kader dan pendukung setia partai tersebut.

Agung juga menambahkan bahwa memimpin PSI bisa menjadi pilihan yang lebih realistis dan strategis bagi Jokowi karena tantangan yang dihadapi tidak sekompleks jika ia memimpin PPP.

Sebagai partai baru dengan struktur yang masih lentur, PSI dinilai lebih siap menerima transformasi kepemimpinan dari figur sekelas Jokowi.

Sebaliknya, PPP memiliki sejarah, kultur, dan jaringan politik yang sudah mapan, sehingga perubahan arah atau kepemimpinan dari luar bisa menimbulkan gesekan internal.

Dari sisi internal partai, PSI pun menyambut positif wacana majunya Jokowi sebagai calon ketua umum.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved